Big Data is Watching You!

Big big apa yang data? Big data. Hehe gak lucu ya. Oke serius, ngomong – ngomong soal big data, mungkin Legalroommates cukup familiar dengan hal ini. Misal, pernah gak Legalroommates buka suatu online shop dan searching barang yang mau dibeli, atau yaa masih liat – liat dulu deh, terus ketika Legalroommates membuka social media barang tersebut muncul iklan tentang barang tersebut. Hmm, kok bisa ya kayak gini? Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan big data?

Dilansir dari Oracle, secara sederhana big data adalah kumpulan data yang kompleks, terutama dari ‘new data’, dimana kumpulan data ini memiliki volume yang sangat besar yang bahkan metode pengolahan dan penyimpanan data secara konvensional tidak bisa mengelolanya. Menurut Accenture, ‘new data’ tersebut adalah ‘serpihan’ informasi digital yang kita tinggalkan saat menggunakan social media hingga melakukan transaksi di e-commerce.

Secara sederhana, penggunaan dari Big Data ini dilakukan dengan data collecting; data crawling; dan analisis perilaku dari data tersebut (Danrivanto Budhijanto, 2018). Data crawling atau web crawling adalah ekstraksi data untuk dikumpulkan dengan tujuan yang lebih besar dan biasanya dilakukan oleh agen tertentu (Oxylabs, 2020). Data – data ini kemudian akan dimonetisasi dan dievaluasi untuk kemudian dimanfaatkan sebagai model bisnis (Danrivanto Budhijanto, 2018).

Nah, tadi kan udah bahas sepintas mengenai dampak big data ke ranah bisnis dan marketing. Kira – kira apa ya dampaknya ke manusia itu sendiri? Menurut Karolin Kappler, dkk dalam jurnalnya yang berjudul Societal Implications of Big Data, dari sudut pandang sosiologis, bertambahnya informasi di kehidupan sehari – hari dan digitalisasi di sektor ekonomi dan sosial dapat mempengaruhi kontrol dan regulasi terkait. Sebab data – data yang saling terhubung tersebut dapat mempengaruhi bahkan mengontrol perilaku individu bahkan secara kolektif.

Misal, dalam bidang politik dan pemerintahan, Big Data ini juga berguna untuk melihat peta para pendukung kepada para kandidat. Dalam jurnal Impact of Big Data and Social Media in Society oleh Savita Kumari, hal ini telah dibuktikan keberhasilannya pada saat pemilu 2012 di Amerika Serikat dan dimanfaatkan untuk mengkampanyekan Obama, cara ini terbukti efektif terutama untuk menargetkan swing voters.

Bahkan dalam ranah pendidikan pun Big Data juga memberikan pengaruh pada society. Dalam jurnal Savita Kumari, guru bisa menganalisis hasil ujian dengan melihat seberapa jauh murid memahami suatu materi dan bahkan mengapa murid tersebut memberikan jawaban yang salah.

Dalam ranah kesehatan, tenaga medis dapat memanfaatkan Big Data untuk melihat gaya hidup pasien, sejarah, genetik, dan gambaran besar mengenai penyelesaian yang dapat dilakukan oleh tenaga medis tersebut (getsmarter, 2018)

Di satu sisi, hal ini tentu memberikan resiko baru terkait perlindungan data pribadi, mengingat adanya transaksi dan pertukaran informasi yang dilakukan di ranah digital. Hal ini tentu sulit dihindari. Oleh karena itu, penting sekali untuk memiliki regulasi mengenai Perlindungan Data Pribadi. Nah, Indonesia saat ini sudah memiliki RUU Perlindungan Data Pribadi, dan untuk legalroomates yang ingin tahu lebih lanjut mengenai RUU ini, boleh banget nih mampir ke youtube legalroom untuk melihat webinar KONGSI (Kongkow Berisi) dengan Narasumber Dr. Danrivanto Budhijanto. Siapa tahu ada yang ketinggalan sama webinar yang sangat insightful ini, yuk langsung aja cek ke sini!

Recommend0 recommendationsPublished in Cyber Law

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *