Canva, Please Do Your Magic!

Teman-teman pasti tau kan platform design Canva? Untuk yang belum tau, Canva ini adalah platform design yang sangat praktis dan bisa digunakan oleh siapa saja. Terutama untuk yang nggak bisa atau nggak mahir menggunakan aplikasi adobe photoshop dan semacamnya, platform ini tentu menjadi alternatif penyelamat. Mulai dari design – design untuk social media, presentasi, poster, dan lain – lain.

Enaknya menggunakan platform ini adalah karena sudah adanya design – design yang tersedia, baik dalam bentuk ilustrasi, animasi, template, font, dan lain – lain. Seringkali kita menemukan design – design yang familiar ini di social media lalu digunakan untuk kegiatan komersial. Pernah gak teman – teman terpikir sebenarnya boleh gak ya hasil design tersebut digunakan untuk kegiatan komersial dan meraih keuntungan?

Aturan mengenai penggunaan konten canva telah diatur melalui Terms of Use dan beberapa perjanjian terkait, salah satunya adalah Free Media License Agreement. Dalam Pasal 1 Paragraf 1 Terms of Use, terdapat ketentuan yaitu: “… We provide ready-made media and content that is licensable for use in accordance with our various licenses”. Potongan ketentuan tersebut menunjukkan bahwa konten – konten siap pakai yang terdapat di Canva dapat dilisensikan sesuai dengan beberapa jenis lisensi yang telah disiapkan oleh Canva.

Sebelum pembahasan ini berlanjut, sebenarnya lisensi itu apa sih? Dan apa fungsinya dalam hak kekayaan intelektual? Well, Menurut Pasal 1 Angka 20 UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta), lisensi hak cipta adalah sebuah izin tertulis yang berfungsi sebagai pemberitahuan oleh pencipta atau pemegang hak cipta kepada pengguna ciptaan mengenai pelaksanaan hak dan kewajiban dari aktivitas penggunaan suatu ciptaan. Artinya, ada beberapa hak yang boleh dilakukan terhadap hasil ciptaannya tersebut tergantung dari isi perjanjian (izin tertulis).

Selain itu dalam Pasal 2.1 Contributor Agreement, ditegaskan bahwa hak cipta mutlak dimiliki oleh pencipta, dan tidak ada pengalihan hak cipta kepada Canva. Selain itu, dalam Pasal 2.3 perjanjian baku ini, lisensi yang ditawarkan oleh Canva bersifat non-eksklusif, yang artinya pemberi lisensi mengizinkan kepada penerima lisensi untuk mengeksploitasi hasil ciptaan, seperti misalnya dengan membuat karya lain dengan memanfaatkan hasil ciptaan tersebut. Disinilah lisensi non-eksklusif, dibutuhkan untuk ‘mengizinkan’ pihak lain memanfaatkan hak cipta tersebut tanpa mengklaim karya yang dibuat pencipta. Apabila dihubungkan antara perjanjian baku yang disediakan oleh Canva dan UU Hak Cipta, maka bisa kita lihat bahwa pengaturan mengenai lisensi ini sudah memiliki payung hukum di Indonesia.

Namun, untuk lebih jelasnya pengaturan mengenai lisensi ini sudah sepatutnya diatur dalam perjanjian, salah satunya adalah melalui Free Media License Agreement. Melalui Pasal 3 huruf a, perjanjian ini mengizinkan penggunaan free stock media (konten gratis) salah satunya untuk kegiatan komersial.

Tidak hanya itu, di dalam Pasal 3 One Design License Agreement dan Pasal 3 Multi-use License Agreement pun stock media diperbolehkan untuk kegiatan komersial, namun perjanjian baku ini ditujukan untuk konten – konten yang berbayar. Artinya, terdapat beberapa konten atau hasil karya yang tidak dapat dimanfaatkan oleh penerima lisensi secara gratis, konten atau stock media ini baru dapat dimanfaatkan apabila pengguna Canva menggunakan versi yang berbayar.

Nah, jadi bisa disimpulkan bahwa tidak masalah apabila kita menggunakan konten atau stock media yang terdapat di Canva untuk kegiatan komersial, seperti yang cukup lazim ditemukan di social media. Sebab, hak cipta tetap dimiliki oleh pencipta, namun dengan lisensi non-eksklusif hak cipta tersebut dapat diperpanjang kepada pihak -pihak lain dalam batas tertentu yang telah ditetapkan melalui perjanjian baku.

Ajaib bukan? Tentunya, Canva bukan satu – satunya platform yang menyediakan konsep seperti ini. Mungkin teman – teman legalroom lebih tau platform – platform lain yang seperti ini?

Recommend0 recommendationsPublished in Legal

Related Articles

Lindungi Rahasia Bisnis Anda dengan Pasal Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja

Saat memulai hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan, perjanjian kerja merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk mengatur hubungan kerja tersebut. Di mana, kontrak kerja atau perjanjian kerja ini berfungsi untuk melindungi para pihak, baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri karena hak dan kewajiban masing-masing pihak tertulis jelas beserta hal-hal yang dapat mengakhiri hubungan kerja.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Terima kasih atas pembahasan ini.

    Kalau menggunakan Canva Pro atau berbayar kita bisa mengakses stock photo atau element yang premium. Kalau menjualnya menjadi barang printable misalnya apakah diperkenankan juga?

    Terima kasih