Ekspatriat, Kaum Elite Dalam Dunia Kerja?

Era globalisasi mendorong aktivitas bisnis yang berkembang di seluruh dunia khususnya di Indonesia. Tentu kehadiran tenaga kerja asing atau TKA antar suatu negara tidak bisa dihindari. Keuntungan dari mendatangkan tenaga kerja asing adalah memberikan manfaat untuk alih teknologi profesional, membantu perusahaan dalam mengembangkan usahanya, meningkatkan kepercayaan dari investor, dan meningkatkan kemampuan Tenaga Kerja Indonesia atau TKI untuk bersaing di pasar global. Pemerintah sendiri perlu untuk mengontrol dan mengelola TKA yang memasuki Indonesia, agar manfaat tersebut dapat diperoleh secara maksimal. Maka dari itu, perlu adanya peraturan yang mengatur mengenai TKA secara jelas. Mendatangkan Tenaga Kerja Asing sendiri banyak menimbulkan pro dan kontra. Kehadiran TKA menimbulkan devisa bagi negara dimana adanya pembayaran kompensasi atas setiap tenaga kerja asing yang dipekerjakan. Besarnya dana kompensasi untuk tenaga kerja Indonesia di luar negeri sebesar US$15, sedangkan kompensasi untuk tenaga kerja asing di Indonesia sebesar US$100. Pengajuan TKA harus dibatasi sesuai kebutuhan dengan tujuan agar kehadiran TKA tidak menimbulkan ancaman dan kerugian bagi tenaga kerja Indonesia. Kehadiran TKA harusnya dapat memicu TKI untuk bersaing secara profesional dan meningkatkan kualitas serta kompetensi TKI.

Bagi perusahaan yang akan mendatangkan TKA untuk bekerja di Indonesia, diwajibkan membuat rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) sebagai dasar untuk mendapatkan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor PER.02/MEN/III/2008 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Setiap pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki izin tertulis dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. IMTA diberikan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Didalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 atau selanjutnya disebut UUK membatasi kedudukan jabatan Tenaga Kerja Asing. Tenaga kerja asing dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan/atau jabatan-jabatan tertentu. Jabatan tertentu diatur dengan Kepmenakertrans No. 40 Tahun 2012 yang diganti dengan Kepmenakertrans 229 tahun 2019

Berikut Syarat-syarat yang dibutuhkan bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja asing :

a. Memiliki izin tertulis dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk.

b. Pemberi kerja perorangan dilarang mempekerjakan tenaga kerja asing.

c. Ijin tidak diwajibkan bagi perwakilan negara asing yang menggunakan tenaga kerja asing sebagai pegawai diplomatik/konsuler.

d. Tenaga kerja asing dapat dipekerjakan hanya dalam hubungan kerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu.

e. Tenaga kerja asing yang bekerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu yang masa kerjanya habis dan tidak dapat diperpanjang dapat digantikan oleh tenaga kerja asing lainnya.

Ekspatriat di Indonesia

Ekspatriat atau Ekspat merupakan sebutan untuk tenaga kerja yang bekerja di luar negara dimana dia dilahirkan. Di Indonesia, Tenaga Kerja Asing merupakan warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekspatriat adalah orang yang melepaskan kewarganegaraannya yang menetap di sebuah negara sebagai tenaga kerja asing. Menurut Kamus Bahasa Inggris Oxford, ekspatriat merupakan orang yang tinggal di negara selain negara kelahiran/asalnya tanpa merinci latar belakang rasnya. Dapat disimpulkan, bahwa ekspatriat tidak mengenal ras.

Ekspat adalah sebutan yang melekat pada tenaga kerja asing dimana reputasi ini dibangun kepada pendatang yang mayoritas berkulit putih seperti dari wilayah Barat atau Eropa dan dianggap memiliki hidup yang mewah. Hal ini merubah makna dari pengertian ekspatriat itu sendiri, dimana saat ini ekspatriat mengacu terhadap kelas sosial elit. Ekspatriat umumnya memiliki komunitas sendiri, dan tinggal di kawasan tertentu seperti contoh di wilayah Jakarta Selatan khususnya Kemang, yang dianggap menjadi kawasan bule ekspat bagi warga lainnya. Selain itu, tersedia forum komunitas bagi ekspatriat yang berada di Indonesia seperti Internations, Expatforum dan Expatindo. Forum tersebut memberikan informasi dan media sosial untuk bertukar info kepada sesama ekspatriat yang ingin atau bekerja di Indonesia.

Gaji Ekspatriat di Negara Indonesia termasuk menggiurkan bagi Tenaga Kerja Asing. Setidaknya penghasilan para pekerja asing di sini mencapai US$ 127,980 atau setara dengan Rp 1,9 miliar. Gaji ekspatriat tertinggi di dunia dipegang oleh Negara Swiss dengan gaji per tahun sekitar US$ 202,865 atau setara dengan Rp 3 miliar. Wow, bukan main banyaknya ya? Hal ini menimbulkan tanggapan bagi orang-orang bahwa Ekspatriat di Indonesia merupakan kaum elite yang status sosialnya tinggi dilihat dari besarnya gaji dan gaya hidup mereka.

Namun, jika melihat lebih dalam lagi dapat dilihat mengapa fasilitas Ekspatriat terlihat lebih tinggi dan menggiurkan daripada pekerja lokal. Ekspatriat sendiri mendapatkan fasilitas seperti uang untuk sewa rumah dan diberikan kesempatan pulang ke negaranya beberapa kali dalam setahun. Pemerintah Indonesia juga mengantisipasi adanya pelanggaran oleh Ekspatriat yang bekerja di Indonesia, dengan melakukan pengawasan yang lebih ketat melalui kerja sama dengan Tim Pengawas Orang Asing (Timpora), yang turut melibatkan pemerintah daerah dan petugas imigrasi. Sanksi apabila melakukan pelanggaran oleh Ekspatriat yaitu Deportasi.

Recommend0 recommendationsPublished in Bisnis, Legalku

Related Articles

THR Bagi Tenaga Kerja Harian Lepas

Ketentuan mengenai jumlah THR pada dasarnya berbeda -beda setiap perusahaan dikarenakan Peraturan Menteri tidak mengatur mengenai hal tersebut, ketentuan itu diatur oleh masing-masing perusahaan lewat memiliki peraturan perusahaan (PP), atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Lindungi Rahasia Bisnis Anda dengan Pasal Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja

Saat memulai hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan, perjanjian kerja merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk mengatur hubungan kerja tersebut. Di mana, kontrak kerja atau perjanjian kerja ini berfungsi untuk melindungi para pihak, baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri karena hak dan kewajiban masing-masing pihak tertulis jelas beserta hal-hal yang dapat mengakhiri hubungan kerja.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *