Hak Merek

  • Hak Merek

     Sidiq Maulana updated 5 months, 3 weeks ago 3 Members · 5 Posts
  • Sidiq Maulana

    Member
    22 October 2020 at 7:21 pm

    Izin bertanya, apakah perusahaan yang membuat desain produk mirip dengan perusahaan yang telah ada lebih dahulu dan sudah punya nama (besar) dapat dikatakan melakukan pelanggaran hak merek ? Mengingat, seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita melihat desain suatu produk yang mirip dengan produk lain yang sudah punya nama besar (mendompleng ketenaran produk lain) (Misalnya dalam kasus Desain G*rio-rio dengan O*eo). Terima Kasih Kaka-Kaka sebelumnya 🙂

  • Iradhati Zahra

    Member
    23 October 2020 at 9:59 am

    Halo Sidiq, aku coba bantu jawab yaa

    Merujuk pada Pasal 22 UU No. 20 Tahun 2016 (UU Merek dan Indikasi Geografis) Merek yang didaftarkan memang harus memiliki unsur pembeda, seperi tambahan kata lain. Walaupun di Indonesia, memang masih banyak ditemukan kemiripan merek dalam kelas jenis barang/jasa yang sama, hal ini tentu menjadi sangat tricky dan bisa mengecohkan konsumen. Sependek pengetahuan ku belum ada, perlindungan hukum yg spesifik mengenai pemakaian merek yang mirip di satu kelas jenis barang/jasa yg sama.

    Misalnya, sengketa yg pernah terjadi pada IK*A Indonesia dan luar negeri yg menjual perabotan rumah. Penyelesaian atas kasus ini pun dimenangkan oleh IK*A indonesia dgn IK*A luar negeri terbukti tidak memasakan barangnya selama 3 tahun atau yg biasa lebih dikenal sbg ‘merek tidur’.

    Semoga membantu 🙂

  • Sidiq Maulana

    Member
    25 October 2020 at 1:55 pm

    Baik Ka, terima kasih atas jawabannya 🙂

  • Vonny Rachel Caroline

    Member
    26 October 2020 at 10:16 pm

    Halo Sidiq, aku mencoba menjawab yaa. Untuk melihat apakah terjadi pelanggaran hak merek atau tidak, maka harus dilihat apakah merek atas produk tersebut masuk ke klasifikasi barang yang sama atau tidak. Mengenai contoh yang kamu angkat, sebenarnya dapat dinyatakan sebagai pelanggaran hak merek. Alasannya untuk produk yang terkenal, merek tersebut mendapat perlindungan secara keseluruhan. Sehingga apabila ada orang yang menggunakan merek yang sama baik dalam gambar maupun logo walaupun klasifikasi barangnya berbeda, dapat dituntut sebagai pelanggaran hak merek. Mengenai tindakan hukumnya, apabila digugat secara perdata ke Pengadilan Niaga, maka itu tergantung pada perusahaan yang mereknya terkenal tersebut, apakah mau membawa ke ranah hukum atau tidak. Semoga membantu

    • Sidiq Maulana

      Member
      27 October 2020 at 6:32 pm

      Halo Kaa, makasih banyak Kaa jawabannya, sudah mencerahkan 🙂

Log in to reply.

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now
Kami ingin memberikan pemberitahuan untuk Kelas dan Info-info terbaru di legalroom.
Dismiss
Allow Notifications