Kriteria Penggunan P2P Lending

  • Kriteria Penggunan P2P Lending

     Kezia Ratna updated 1 month, 3 weeks ago 2Members · 3 Posts
  • Kezia Ratna

    Member
    20 November 2020 at 4:59 pm

    Halo, ingin bertanya, apa saja ya kriteria agar kita bisa menjadi borrower atau pihak yang meminjamkan dalam P2P Lending? Terima kasih.

  • Joy Henri Mangapul

    Member
    20 November 2020 at 11:33 pm

    Halo, Kezia. Secara singkat, untuk menjadi pihak yang meminjamkan dalam konteks P2P lending, maka yang bersangkutan pertama-tama harus merupakan:

    – WNI perseorangan;

    – WNA perseorangan;

    – Badan hukum Indonesia/asing;

    – Badan usaha Indonesia/asing; dan/atau

    – Lembaga internasional (Pasal 16 ayat (2), Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016).

    Pemberi Pinjaman – atau pihak yang meminjamkan – juga harus menyelenggarakan perjanjian penyelenggaraan P2P Lending baik dengan Penyelenggara (perusahaan fintech) maupun dengan Penerima Pinjaman (Pasal 18, Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016), yang masing-masing diatur dalam Pasal 19 dan Pasal 20, Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016. Hal ini juga mengingat bahwa Pemberi Pinjaman secara definisi merupakan pihak yang berpiutang oleh karena perjanjian P2P lending tersebut.

    Demikian jawaban yang bisa diberikan. Mohon maaf jika kurang lengkap, dapat dilengkapi oleh jawaban rekan lainnya. Terima kasih!

    • Kezia Ratna

      Member
      21 November 2020 at 11:10 am

      Oke, makasih banyak atas jawabannya ya Joy 🙂

Log in to reply.

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now