Makna “dikuasai negara” dalam Pasal 33 UUD 1945

  • Makna “dikuasai negara” dalam Pasal 33 UUD 1945

     Sidiq Maulana updated 2 months, 3 weeks ago 2Members · 2 Posts
  • Wanda Dwiyani

    Member
    5 November 2020 at 12:36 pm

    Menurut Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sebenarnya, bagaimana sih memaknai arti kata dari “dikuasai negara” itu sendiri?

  • Sidiq Maulana

    Member
    5 November 2020 at 10:23 pm

    Halo Ka Wanda, Terima Kasih atas pertanyaannya. Izin menjawab secara singkat. Untuk memahami makna kata dikuasai oleh negara ini, kita perlu terlebih dahulu meninjau ketentuan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Hal ini karena Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 merupakan dasar hukum dari pembentukan UUPA. Pasal 1 ayat (1) dan (2) UUPA menyatakan bahwa :

    (1) Seluruh wilayah Indonesia adalah kesatuan tanah-air dari seluruh rakyat Indonesia, yang bersatu sebagai bangsa Indonesia.

    (2) Seluruh bumi, air dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dalam wilayah Republik Indonesia sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa adalah bumi, air dan ruang angkasa bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional.

    Pasal ini menunjukkan bahwa wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan bangsa Indonesia, dan ruang lingkup dari apa yang kita sebut agraria sendiri menurut UUPA adalah mencakup bumi, air dan ruang angkasa (BARKA) termasuk kekayaan yang terkandung di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemilik dari BARKA sendiri pada hakikatnya adalah seluruh bangsa Indonesia, dimana dalam UUPA dikenal sebagai asas “Hak Bangsa”. Pelaksanaan asas ini kemudian diserahkan kepada negara sebagai representasi dari organisasi kekuasaan seluruh rakyat atau bangsa Indonesia. Pelaksanaan ini kemudian dikenal dengan Asas “Hak Menguasai Negara”. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 2 ayat (1) UUPA yang berbunyi :

    (1) Atas dasar ketentuan dalam pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar dan hal-hal sebagai yang

    dimaksud dalam pasal 1, bumi air dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang terkandung di

    dalamnya itu pada tingkatan tertinggi dikuasai oleh Negara, sebagai organisasi kekuasaan seluruh

    rakyat.

    Lalu, apakah wewenang yang dipegang oleh negara dengan Hak Menguasai Negara ini ? Pasal 2 ayat (2) UUPA menerangkan bahwa :

    (2) Hak menguasai dari Negara termaksud dalam ayat 1 pasal ini memberi wewenang untuk :

    a. mengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan bumi,

    air dan ruang angkasa tersebut;

    b. menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dengan bumi, air dan

    ruang angkasa;

    c. menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan perbuatan

    hukum yang mengenai bumi, air dan ruang angkasa.

    Namun, perlu kita cermati juga bahwa wewenang yang bersumber pada hak menguasai negara ini hanya digunakan semata-mata untuk mencapai kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (3) UUPA.

    Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa makna kata dari “dikuasai negara” adalah segenap BARKA di Indonesia dikuasai oleh negara sebagai wujud pelaksanaan dari asas Hak Bangsa, dimana negara sebagai representasi atau perwakilan bangsa Indonesia diberikan wewenang tertentu dalam rangka mengelola pemberdayaan BARKA ini demi mencapai kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Satu hal yang perlu kita ingat disini adalah negara tidak memiliki BARKA sebagaimana halnya yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda zaman dahulu dengan kebijakan domein verklaring nya. Hubungan negara dengan tanah tidaklah bersifat hubungan keperdataan dalam bentuk kepemilikan seperti halnya asas domein verklaring, tetapi lebih pada hubungan yang menghasilkan wewenang tertentu untuk melakukan pemberdayaan dan pengelolaan BARKA yang pada hakikatnya adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Mungkin sekian jawaban dari saya Ka, terima kasih, semoga bermanfaat dan mohon koreksi.🙂🙏

Log in to reply.

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now