Penghinaan Dalam UU ITE

  • Penghinaan Dalam UU ITE

     Ramos Adi Perisai updated 5 months, 1 week ago 2 Members · 4 Posts
  • Sidiq Maulana

    Member
    3 November 2020 at 9:39 pm

    Selamat Malam rekan-rekan dan kaka-kaka sekalian. Izin bertanya, apabila kita melakukan penghinaan atau mengirimkan ucapan kasar terhadap seseorang melalui media sosial, tetapi penghinaan atau ucapan kasar tersebut disensor (Misal : Kata Kasar dalam pesan disensor menjadi A*****), apakah tetap dapat dikenai sanksi atau pidana menurut UU ITE ? Terima Kasih sebelumnya 🙂

  • Ramos Adi Perisai

    Member
    4 November 2020 at 10:02 am

    Terima kasih atas pertanyaannya, Saudara Sidiq. Izinkan saya menjawab pertanyaan Anda di sini.

    Pertama-tama, kita harus mengetahui makna dari kata ‘penghinaan’ tersebut dan bagaimana kualifikasinya dalam ketentuan terkait.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, penghinaan adalah proses, cara, perbuatan yang menghinakan atau menistakan. Jika dilakukan secara lisan, maka penghinaan merupakan bentuk pencemaran terhadap nama baik seseorang yang dilakukan secara lisan. Lebih lanjut, penghinaan merupakan perbuatan yang merendahkan, memandang rendah, memburukkan, atau menyinggung perasaan orang lain.

    Ketentuan hukum yang mengatur penghinaan secara daring diatur di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU No. 19 Tahun 2016). Secara spesifik, perbuatan penghinaan termaktub dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang berbunyi sebagai berikut:

    “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

    Bagi setiap orang yang melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE tersebut akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 45 ayat (3) UU ITE dengan bunyi sebagai berikut:

    “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

    Namun, yang perlu diingat adalah bahwa kedua pasal di atas yang mengatur perbuatan penghinaan secara daring menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah delik aduan sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 45 ayat (5) UU ITE. Artinya, agar seorang pelaku penghinaan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, maka korban penghinaan yang dituju secara langsung harus melaporkan si pelaku tersebut terlebih dahulu. Jika si korban berada dalam pengampuan, maka pihak walinya yang harus melaporkan. Jika si korban meninggal dunia, maka suami/istri atau anaknya yang masih hidup yang harus melaporkan (Eddy O.S. Hiariej, 2016).

    Lantas, bagaimana jika bentuk penghinaan tersebut dilontarkan dalam bentuk yang disensor? Dalam hal ini, kembali lagi kepada pihak korban. Apabila korban merasa dirinya terhina akan hal tersebut, meski dalam bentuk sensor sekalipun, dan kemudian ia mengajukan pengaduan kepada pihak yang berwajib, maka pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Akan tetapi, menurut hemat saya, perlu adanya proses penanganan lebih lanjut untuk mengukur seberapa “menghinanya” bentuk hinaan yang dilontarkan oleh pelaku yang bersangkutan terlepas dari apakah disensor atau tidak.

    Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

    • Sidiq Maulana

      Member
      5 November 2020 at 9:30 pm

      Baik, terima kasih banyak jawabannya saudara Ramos. Sangat komprehensif 🙂🙏

      • Ramos Adi Perisai

        Member
        7 November 2020 at 8:47 pm

        Sama-sama, Saudara Sidiq! Jika ada koreksi atau masukan dari Anda atau teman-teman sekalian, saya akan sangat senang untuk membuka ruang diskusi bersama.

Log in to reply.

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now