Persetujuan Pasangan dalam Jual Beli Saham

  • Persetujuan Pasangan dalam Jual Beli Saham

     Shafira Sembiring updated 2 months, 2 weeks ago 2Members · 3 Posts
  • Shafira Sembiring

    Member
    2 November 2020 at 11:30 am

    Halo teman-teman, saya ingin bertanya. Dalam jual beli saham, perlukah mendapatkan persetujuan dari suami atau istri (spousal consent) terlebih dahulu sebelum mengadakan transaksi tersebut? Kemudian, perlukah persetujuan tersebut dinyatakan dalam suatu akta (alat bukti tertulis)? Terimakasih banyak!

  • Iradhati Zahra

    Member
    3 November 2020 at 9:18 pm

    Halo shafira, aku coba bantu jawab yaa. Sependek yang aku tahu spousal consent tidak selalu ada dalam perjanjian jual beli – saham, namun spousal consent ini seringkali dicantumkan dalam perjanjian jual beli -saham dikarenakan untuk menghindari hal – hal yg tidak diinginkan di kemudian hari. Misalnya ketika suami – istri memiliki aset bersama (saham di suatu perusahaan) yang kemudian dapat dikategorikan sebagai harta gono-gini, jika di kemudian hari mereka bercerai maka hal ini dapat menjadi masalah apabila tidak ada perjanjan tertulisnya.

    Apabila jual beli saham ini terdapat unsur asing (baik pihak atau objek) Perjanjian tertulis tersebut dapat membantu untuk menentukan pengadilan dan sistem hukum mana yang dapat berlaku untuk menyelesaikan sengketa harta gono-gini tersebut, misal dengan berdasarkan asas lex loci contractus (dimana kontrak tsb dibuat) .

    Semoga bisa membantušŸ™

    • Shafira Sembiring

      Member
      4 November 2020 at 7:44 am

      Terimakasih banyak buat jawabannya, Ira! Sangat membantušŸ˜

Log in to reply.

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now