Hati-hati Jadi Pelaku Pencemaran Nama Baik di Media Sosial!

Hati-hatilah dalam berselancar di media sosial, memposting, berkomentar, juga segala aktivitas melalui jejaring sosial. Karena jika ada orang yang melakukan perbuatan sengaja menyebarkan info atau dokumen dengan tujuan menghina seseorang, orang yang dihina berhak untuk melakukan pengaduan atas dasar pencemaran nama baik. Berdasarkan Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, pencemaran nama baik atau penghinaan adalah perbuatan yang dapat dipidana jika dilakukan dengan cara menuduh seseorang telah melakukan perbuatan yang tertentu yang maksud tuduhan untuk diketahui orang banyak.

Berdasarkan Pasal 310 KUHP dan pasal 27 ayat (3) UU ITE, untuk dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pencemaran nama baik, maka harus dibuktikan unsur-unsur sebagai berikut:

Adanya kesengajaan

Tanpa hak (tanpa izin)

Bertujuan untuk menyerang nama baik atau kehormatan

Agar diketahui oleh umum.

Menghina atau Mencemari Nama Baik orang lain, ataupun komentar menghina seringkali menyerang fisik, penampilan atau keadaan seseorang. Komentar yang demikian tentunya dapat dilihat oleh seluruh pengguna media sosial sehingga juga dapat mencemari nama baik yang bersangkutan. Perbuatan yang dilarang Pasal 27 ayat (3) UU ITE berbunyi sebagai berikut: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Pasal ini mengacu pada ketentuan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008 penghinaan atau pencemaran nama baik yang diatur Pasal 310 KUHP merupakan delik aduan, sehingga untuk dapat ditindak perlu adanya aduan/laporan dari yang mengalami penghinaan.

Ancaman pidana bagi orang yang melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE ini diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016, yang berbunyi:

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Tidak sedikit masyarakat yang menggunakan media sosial namun belum menyadari hal yang dilakukan bisa menimbulkan konsekuensi hukum. Maka, bijaklah bersosial media, sebelum menjadi bumerang bagi kalian.

Recommend0 recommendationsPublished in Cyber Law, Cybercrime, Tech

Related Articles

Pencemaran Nama Baik bagi Terduga Pidana

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia telah geram tentang beredarnya video dengan konten bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (sembako) yang ternyata berisi sampah. Banyak orang yang mencaci maki pelaku karena tindakan tersebut dinilai tidak bermoral terutama dilakukan pada masa sulit ditengah – tengah pandemi ini. Menurut metro tempo Pelaku Pun saat ini dalam proses pemeriksaan karena diduga melanggar Pasal 36 jo 51 ayat 2 Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Dengan beredarnya video tersebut banyak masyarakat Indonesia yang mencaci maki pelaku baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun perlu dicatat bahwa tindakan pelaku belum melewati proses pengadilan.

Potensi Misinterpretasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Terhadap Kebebasan Berpendapat Yang Terjamin Dalam UUD 1945 Perihal Pencemaran Nama Baik Melalui Penggunaan Media Sosial di Indonesia 

Oleh: Abigail Donda Putri Jelita, Berliana Tamara Putri, Olwintra Sitorus ABSTRAK Media sosial merupakan bentuk nyata sistem penyaluran informasi dan komunikasi yang sangat digemari masyarakat. Untuk…

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *