How to (Not) Get Away With Murder

Salah satu serial legal yang sangat populer di Netflix adalah “How to Get Away With Murder” (HTGAWM). Tokoh utamanya adalah Annalise Keating yang diperankan oleh Viola Davis. Serial ini diputar dari tahun 2014 hingga tahun ini. Serial ini bercerita tentang bagaimana Annalise menjalankan pekerjaannya sebagai seorang dosen hukum pidana dan pengacara. Setiap beberapa tahun, Annalise akan memilih lima mahasiswa hukum untuk membantunya dan dua asistennya dalam menangani kasusnya. Lima mahasiswa hukum itu disebut sebagai “Keating Five”. Semakin lama, Keating Five harus bekerja sama dengan Annalise dan kedua rekannya untuk saling menutupi kejahatan yang mereka lakukan. Apa saja miskonsepsi hukum yang ada dalam season 1 serial ini?

1. Privasi Antara Pengacara dan Klien

Pada episode 1 season 1, ada adegan di mana Annalise berbicara dengan klien mengenai kasus yang ditangani. Namun pembicaraan tersebut dilakukan di depan para mahasiswa Annalise. Di Amerika Serikat, ada konsep “Attorney-client privilege”, atau privasi antara pengacara dan kliennya. Ada tiga ketentuan umum yang harus dijaga dalam attorney-client privilege, antara lain:

  1. Pemegang privilege adalah klien;
  2. Diskusi kasus hanya bisa dilakukan kepada orang yang merupakan anggota pengadilan (jaksa, hakim, kuasa hukum/pengacaranya sendiri)
  3. Diskusi bertujuan untuk mendapatkan nasihat hukum

Attorney-client privilege merupakan sesuatu yang krusial di Amerika Serikat. Bahkan jika seorang pengacara telah menyelesaikan suatu kasus, ia tidak bisa membicarakan kasus tersebut di publik atau kepada pihak ketiga. Attorney-client privilege bisa dilanggar jika diskusi suatu kasus dilakukan di tempat yang publik, atau ada pihak ketiga (pihak yang bukan pengacara/tim kuasa hukum atau klien) yang ikut mendengarkan.

2. Jam Kerja Mahasiswa Tahun Pertama

Menurut ABA (American Bar Association, mirip dengan Perhimpunan Advokat Indonesia), mahasiswa hukum tahun pertama tidak boleh bekerja lebih dari 20 jam per seminggu, dalam satu semester. Sepanjang season 1 dan 2 HTGAWM, Keating Five bekerja dalam jam yang tidak teratur untuk membantu Annalise, bahkan mengorbankan kelas mereka yang lain. Tindakan Annalise tidak hanya tidak etis, tapi juga melanggar aturan.

3. Mengabaikan Teguran Hakim dan Memberikan Pernyataan Ketika Memeriksa Saksi di Pengadilan

Di episode 6 season 1, Annalise dalam proses pengadilan untuk membela salah satu kliennya. Hakim menegur Annalise dengan memanggil namanya dan memerintahkannya untuk berhenti berbicara, karena Annalise memberikan pernyataan dan tidak bertanya. Annalise tidak berhenti berbicara dan tidak menggubris teguran hakim. Baik di Indonesia maupun Amerika Serikat, seorang pengacara dan jaksa tidak boleh memberikan pernyataan ketika sedang memeriksa saksi atau terdakwa. Mereka hanya boleh bertanya. Jadi teguran hakim memang wajar. Tindakan Annalise yang mengabaikan perintah hakim juga akan dicatat, bahkan bisa dianggap sebagai contempt of the court, yaitu tindakan yang tidak menghormati atau tidak mengikuti aturan dan petugas pengadilan.

Sebagai seseorang yang menyukai serial TV hukum, penulis sebenarnya gak super keberatan dengan miskonsepsi dalam acara seperti HTGAWM. Toh orang menonton pasti lebih karena ingin terhibur, bukan untuk edukasi. Sayangnya memang miskonsepsi-miskonsepsi tersebut bisa menimbulkan salah paham di masyarakat atau penonton acara tersebut. Tapi acara seperti HTGAWM tidak selalu salah kok. Dalam episode 1 season 1, Annalise menjelaskan konsep mens rea, atau unsur mental kejahatan, dengan cukup jelas, bahkan untuk penonton awam hukum. So, do you have any favorite legal movie or TV? Kalau mau fact-check legal concept dari serial atau film, komen aja ya!

Recommended1 recommendationPublished in Misc, Reviews

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *