Kennedy dan Pembaharuan Kehidupan Politik Amerika

Pada 22 November 1963, Presiden Amerika Serikat Ke-35 John F. Kennedy dibunuh di Dallas. Menyaksikan kejadian tersebut melalui media elektronik memberikan perasaan ngeri dan terkejut oleh bangsa Amerika hingga suasana berduka cita pun ikut menyelimuti negara paman sam itu. Pembunuhan presiden Kennedy menandai adanya bakal permulaan zaman baru dalam kehidupan politik Amerika. Ricuhnya Amerika saat itu dengan berbagai aksi yang datang dari masyarakat seperti pembunuhan, huru hara kota, unjuk rasa mahasiswa, terorisme yang diorganisir, dan perang di Asia Tenggara yang dipandang oleh beberapa orang seperti sebuah pengabdian kepada Kennedy hingga menuai pro dan kontra di beberapa kalangan elit Amerika yang mengkritisi aksi-aksi tersebut dengan memberikan penilaian aksi tersebut merupakan aksi tidak waras.

Kejadian-kejadian monumental itu ternyata memiliki dampak pada politik, sehingga membawa akibat terjadinya “politik konfrontasi”.

Di Amerika Serikat, proses mematahkan mayoritas penguasa kaum demokrat pada jabatan presiden berujung pada aksi-aksi pemberontakan dengan cara mengerahkan pemuda-pemuda yang suka memberontak memperebutkan fasilita yang ada pada golongan konservatif, dan bahkan lebih reaksioner kelompok elit.

Seperti halnya pada terpilihnya Ronald Reagan dari Sacramento yang bukan ahli politik dengan rekam jejak di pemerintahan yang diawali menjadi Gubernur California selama delapan tahun menghantarkan beliau ke Gedung Putih, Washington, D.C.

Selain itu, perubahan politik di Amerika juga ditandai dengan beberapa kejadian dalam sektor ekonomi seperti naiknya pengeluaran pemerintah yang disebabkan oleh Perang Vietnam yang telah menghancurkan ekonomi Amerika modern secara terus-menerus, menurunnya produktivitas buruh, dan adanya pilihan bentuk manajemen badan-badan usaha penggabungan yang luas sekali serta terjadinya pengambilan keuntungan jangka pendek tanpa memikirkan resiko jangka panjang.

Situasi tersebut tidak bisa dibiarkan sehingga pemerintahan Richard Nixon harus mengambil langkah pada prinsip usaha bebas dan memberlakukan pengendalian upah harga.

Semua krisis dan konfrontasi yang terjadi datang tetap sesudah perayaan untuk menghormati “berakhirnya ideologi”.

Timbul aksi pertentangan baru dalam ideologi untuk menggantikan konflik lama . konflik-konflik yang didasarkan oleh masalah-masalah khusus yang tidak berpangkal pada kebijaksanaan umum, dan konflik-konflik akibat mengerahkan kekuatan-kekuatan baru yang ikut serta dalam perjuangan politik. Dampaknya tertuju pada partai-partai yang sudah dilemahkan oleh media televisi besar.

Akibat situasi Vietnam adan Watergate yang memanas, delegasi-delegasi sidang nasional Demokrat tahun tidak terlalu menyesali keputusan Presiden Lyndon Johnson untuk tidak lagi mencalonkan diri dalam pemilu presiden. Justru para delegasi menunjuk wakil Johnson yaitu Hubert Humphrey untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Humprey dihadapkan dengan Richard Nixon dengan perbedaan suara Nixon dari Humprey adalah tujuh per sepuluh dari satu persen. Sedangkan rakyat jelata Demokrat memutuskan untuk mengubah aturan permainan untuk menunjukkan kandidat-kandidat presiden.

Di luar undang-undang dasar, kekuasaan presiden modern bisa di dasar Undang-Undang Dasar, tetapi Undang-Undang Dasar tidak mungkin menjadi dasar kekuatan yang diperlukan oleh seorang presiden modern. Dalam kenyataannya kekuasaan presiden tidak datang dari UUD atau bahkan tidak dari limpahan kekuasaan presiden yang telah disahkan menjadi undang-undang oleh Kongres. Kekuasaan utama itu didapat dari kemampuannya untuk meyakinkan orang lain supaya melakukan apa yang ia inginkan. Jika presiden itu tidak bisa meyakinkan orang lain, sistem politik akan kehilangan titik beratnya.

 Nasib pembaharuan pada 1946 dan 1970, pada waktu usaha menyederhanakan sistem komite Kongres dan mengurangi kuasa komite justru berakhir dengan munculnya subkomite. Kemauan baik yang menjadi serba salah juga dialami pada waktu pembaharuan yang dirancang untuk mendemokrasikan pemilihan presiden dan pembiayaan kampanye, tetap justru berakhir dengan melemahnya partai-partai seraya memperkuat peran minoritas yang diorganisir dan dibiayai dengan baik.

Recommend0 recommendationsPublished in Internasional

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kami ingin memberikan pemberitahuan untuk Kelas dan Info-info terbaru di legalroom.
Dismiss
Allow Notifications