Legal Halloween Edition #2: Amityville Case and Insanity Defense

Penggemar film horor harusnya pernah mendengar Amityville sekali dua kali. Kasus Amityville telah menghasilkan buku dan berbagai film, bahkan kejadiannya sempat dibahas sebentar di The Conjuring 2. Apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus tersebut?

Pada 13 November 1974, Ronald DeFeo meminta tolong kepada orang-orang di suatu bar di Amityville, New York. DeFeo dan beberapa orang pergi ke dalam rumah keluarga DeFeo dan menemukan keluarga Ronald, yang terdiri dari ayah, ibu, dua saudara perempuan, dan dua saudara laki-laki, mati di kasur mereka.

Menurut hasil otopsi, mereka semua dibunuh sekitar jam 3 pagi di rumah mereka. Mereka semua mati karena ditembak. Orang tua Ronald dibunuh dengan ditembak dua kali, sedangkan saudara-saudaranya hanya ditembak sekali. Dari bukti fisik, ada kemungkinan ibu Ronald dan salah satu adiknya melakukan perlawanan sebelum dibunuh.

Ronald mengatakan ada kemungkinan keluarganya dibunuh oleh pembunuh bayaran yang bernama Louis Falini. Dia dibawa ke kantor polisi terdekat untuk dilindungi. Namun polisi segera menemukan beberapa pernyataan yang tidak konsisten. Selain itu, Falini memiliki alibi karena ia sedang di luar New York ketika pembunuhan terjadi. Akhirnya Ronald mengakui bahwa ia sendiri yang membunuh keluarganya. Ronald juga mengaku bahwa ia mandi dan mengganti bajunya untuk menyingkirkan bukti fisik.

DeFeo pertama diadili pada 14 Oktober 1975. DeFeo menggunakan affirmative defense of insanity, atau alasan pemaaf karena adanya gangguan jiwa. Ia menyatakan bahwa ia telah mendengar suara-suara dalam pikirannya dia. Salah satu saksi ahli, Dr. Horald Zolan (psikiater), menyatakan bahwa DeFeo adalah pengguna LSD, salah satu jenis obat terlarang. Dr. Zolan juga menyatakan bahwa DeFeo memiliki anti-social personality disorder (gangguan kepribadian antisosial). Namun, Dr. Zolan menambahkan bahwa DeFeo sadar atas perbuatannya. Pada 21 November 1975, Ronald DeFeo dinyatakan bersalah atas pembunuhan enam orang. Hingga saat ini, permintaan bandingnya telah ditolak.

Di aturan New York (Amerika Serikat adalah negara yang memiliki bentuk federasi sehingga tiap negara bagian memiliki aturan hukum yang berbeda), seseorang yang tidak memiliki pertanggungjawaban pidana (individual criminal responsibility) adalah seseorang yang memiliki penyakit atau gangguan jiwa yang menyebabkan ia:

  1. Sifat dan akibat perbuatannya (tindakan kriminal);
  2. Perbuatannya salah (wrong).

Dua definisi tersebut memiliki penjelasan lebih lanjut. Beberapa penjelasan lebih lanjutnya antara lain:

  1. Hampir tidak adanya untuk know or appreciate (mengetahui atau memahami) (dari sifat dan perbuatan tindakannya) harus ada ketika perbuatan dilakukan.
  2. Hampir tidak adanya kemampuan dari nomor 1 harus disebabkan karena gangguan jiwa, penyakit, atau disabilitas;
  3. Sifat nomor satu atau dua tidak harus hilang total;
  4. Istilah know or appreciate harus artinya lebih dari pengetahuan dasar
  5. Berkaitan dengan istilah wrong, artinya seseorang tidak mengerti bahwa tindakannya melanggar hukum, moral, atau prinsip umum karena disabilitas, penyakit, atau gangguan jiwa.

Pembuktian dapat diberikan dari:

  1. Pendapat dari saksi ahli seperti psikiater;
  2. Rawat inap rumah sakit;
  3. Dokumen medis atau rumah sakit;
  4. Sifat dan cara kejahatan dilakukan;

Baik jaksa dan terdakwa memiliki beban pembuktian (burden of proof), namun beban pembuktian secara preponderance (yang lebih besar) jatuh kepada terdakwa. Tapi hal ini tidak menghilangkan kewajiban penuntut untuk membuktikan bahwa terdakwa tidak memiliki defense of insanity.

Dalam kasus ini, DeFeo tidak hanya berbohong, tapi mampu berpikir untuk menyembunyikan perbuatannya. Hal ini sudah membuktikan bahwa ia mampu untuk memahami sifat dan akibat perbuatannya, serta bahwa perbuatan itu salah. DeFeo bahkan tahu bahwa baju yang ia pakai ketika membunuh keluarganya dapat membuktikan bahwa ia telah melakukan pembunuhan. Kemampuan berpikir DeFeo membuat defense of insanity-nya tidak terbukti dan ia bersalah melakukan pembunuhan.

sumber: http://www.nycourts.gov/judges/cji/1-General/Defenses/CJI2d.Insanity.pdf

Recommend0 recommendationsPublished in Legal, Misc, Pidana

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *