Mamma Mia, Kok Lagunya Beda di Netflix?

The Jakarta Post” menulis pada 29 Agustus 2020 bahwa ada peningkatan popularitas drama Korea (yang sering disebut sebagai “drakor”). Salah satu drama yang booming lagi adalah Reply 1988, yang direkomendasikan Dian Sastro. Reply 1988 adalah salah satu drama Korea yang banyak menggunakan lagu-lagu lama di setiap episodenya. Artis jadul yang lagunya tampil di drama ini termasuk Bee Gees dan Stevie Wonder. Tapi begitu drama ini di-streaming di Netflix, beberapa lagu tersebut tidak diputar, berbeda jika kita menontonnya di DVD atau di YouTube resmi tvN (channel yang menayangkan Reply 1988). Kenapa bisa begitu?

Di Indonesia, lagu dilindungi oleh Hak Cipta, yang melindungi hak moral dan hak ekonomi. Hak moral artinya siapapun yang menggunakan ciptaan (setiap hasil karya cipta) harus mencantumkan pencipta aslinya. Menurut Pasal 9 UU Hak Cipta (UUHC), hak ekonomi berkaitan dengan penggunaan ciptaan tersebut, seperti:

  1. Penerbitan Ciptaan;
  2. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;
  3. Penerjemahan Ciptaan;
  4. Pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian ciptaan;
  5. Pendistribusian Ciptaan atau salinannya;
  6. Pertunjukan Ciptaan;
  7. Pengumuman Ciptaan;
  8. Komunikasi Ciptaan; dan
  9. Penyewaan Ciptaan.

Nah, untuk menjamin hak ekonomi pencipta, pihak yang ingin melakukan salah satu kegiatan tersebut harus memiliki lisensi. Lisensi menurut UUHC adalah izin tertulis yang diberikan pemegang hak cipta atau pemilik hak terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas ciptaannya. Dalam hal pengunguman misalkan, pengunguman merupakan suatu kegiatan yang termasuk pembacaan, penyiaran, pameran, yang menggunakan alat elektronik maupun non-elektronik sehingga suatu ciptaan dapat dilihat atau didengar orang lain. Artinya, dalam hal seorang seniman ingin menggunakan lagu orang lain dalam pameran seninya, seniman tersebut harus memiliki lisensi atas lagu tersebut.

Di Indonesia dan Amerika Serikat, lisensi diberikan oleh pemegang hak cipta melalui perjanjian lisensi dalam bentuk tertulis. Larangan dalam perjanjian lisensi menurut Pasal 6 PP No. 36 Tahun 2018 tentang Perjanjian Lisensi antara lain:

  • Memuat pembatasan yang menghambat kemampuan Indonesia;
  • Mengakibatkan persaingan usaha yang tidak sehat;
  • Bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta nilai agama, kesusilaan, dan ketertiban umum.

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, kenapa lagu yang diputar bisa berbeda jika suatu acara atau film ditayangkan di Netflix? Hal ini karena ada perbedaan pendapat antara para musisi dan pejabat Netflix. Menurut “The Hollywood Reporter”, pejabat Netflix ingin membayar musisi yang musiknya digunakan di acara Netflix sekali bayar saja. Praktik ini sering disebut sebagai “buyouts” atau “flat pay”. Hal ini bertentangan dengan keinginan beberapa musisi yang ingin dibayar sesuai dengan jumlah penggunaan ciptaan mereka. Praktik yang umum sebelum muncul streaming service seperti Netflix, jaringan TV akan membayar kepada pemegang hak cipta dan hak terkait untuk satu episode atau siaran ulang. Menurut “Vox”, praktik Amerika Serikat saat ini menyangkut lisensi musik untuk acara TV di DVD juga berbeda dengan negara-negara di Eropa. Di Eropa, praktik umumnya adalah perusahaan DVD akan langsung memberikan persentase hasil penjualan kepada pemegang hak cipta yang lagunya digunakan di DVD tersebut.

Masalah ini belum muncul di Indonesia. Kebanyakan film Indonesia yang diputar di Netflix masih menggunakan lagu yang sama seperti film aslinya. Hal ini dimungkinkan terjadi karena pemilik lagu yang dimuat sebagai soundtrack dalam film tersebut biasanya memilih untuk dibayar sekali dengan sistem flat pay untuk dibayar di muka yang lebih minim risiko dan tidak harus menanggung hasil penayangan untuk jangka waktu yang tidak singkat. Dengan demikian, lagu-lagu tersebut “dikuasai” oleh produser dan rumah produksi yang memegang hak atas film. Tapi masalah itu bisa muncul. Salah satu isi atau materi muatan yang wajib dalam perjanjian lisensi Indonesia adalah ditulisnya wilayah berlakunya perjanjian lisensi. Lisensi musik untuk film yang ditayangkan di Netflix tentu saja akan mengaburkan kejelasan wilayah berlakunya lisensi musik.

Isu lisensi musik acara TV dan Netflix disebabkan karena perbedaan keinginan musisi dan pejabat Netflix. Masalah ini belum memiliki solusi yang jelas. Hal ini dikarenakan perjanjian lisensi tergantung pada kesepakatan masing-masing pihak. Para pegiat hukum Indonesia harus bisa mengantisipasi masalah ini agar tidak menjadi masalah seperti di Amerika Serikat.

Recommend0 recommendationsPublished in Legal, Lifestyle, Misc, Tech

Related Articles

Lindungi Rahasia Bisnis Anda dengan Pasal Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja

Saat memulai hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan, perjanjian kerja merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk mengatur hubungan kerja tersebut. Di mana, kontrak kerja atau perjanjian kerja ini berfungsi untuk melindungi para pihak, baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri karena hak dan kewajiban masing-masing pihak tertulis jelas beserta hal-hal yang dapat mengakhiri hubungan kerja.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *