Lesson 8 of 8
In Progress

Exit Strategy

Legalroom Indonesia 17 September 2020

Terdapat 2 aliran dalam menjalankan startup yang pertama adalah bertujuan untuk menjalankan startup selamanya (build to last) dan yang kedua mengembangkan startup untuk menjual (exit). Tidak jarang juga bagi startup yang berhenti karena tutup atau bangkrut. Terdapat beberapa alasan pendiri berhenti. Alasan pertama adalah startup kehabisan sumber daya (uang atau SDM) dan semua sepakat untuk tutup. Alasan kedua karena startup dialihkan kepada orang lain yang dirasa lebih punya semangat dan memiliki potensi keberhasilan lebih tinggi.Untuk mendapatkan pendanaan salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menjual sebagian saham ke bursa saham. Banyak orang yang berharap untuk berhenti setelah melakukan Initial Public Offering (IPO) ini, namun di Indonesia untuk melakukan IPO ini cenderung sulit. Strategi exit yang paling memungkinkan tentu saja dengan menjual startup. Harapannya startup diakuisisi dengan harga yang sangat tinggi oleh salah satu perusahaan besar.