Lesson 7 of 8
In Progress

Mengembangkan Perusahaan

Legalroom Indonesia 17 September 2020

Membahas pengembangan perusahaan maka akan membahas aspek perusahaan seperti bentuk usaha, mencari mitra (cofounder), saham, investor, kultur perusahaan, dan seterusnya. Jarang sekali ada startup yang dikembangkan sendirian dengan banyak sekali hal yang harus dikerjakan. Di Amerika rata – rata startup memiliki founder sebanyak 3 orang dimana ke depannya pun pasti akan meminta bantuan dari orang lain juga. Mencari partner dapat diibaratkan seperti mencari pasangan hidup untuk melewati berbagai macam rintangan. Menurut Berkowski dalam mencari partner maka terdapat hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Chemistry;
  • Complementary skills;
  • Passion.

Terhadap kepemilikan antar Founder atas suatu startup tidak harus sama. Dalam mencari cofounder maka Anda dapat mencarinya ditempat yang Anda akan menemukan beberapa persamaan seperti sekolah atau mungkin dalam pertemuan – pertemuan tertentu.

Kebutuhan startup untuk mendirikan suatu badan hukum perseroan terbatas dapat diibaratkan seperti memiliki anak. Tidak bisa kita berkata, “gak jadi”. Pikirkan secara serius. Secara umum, jika Anda sudah serius, nantinya Anda akan membuat perusahaan. Dalam satu sisi mendirikan badan hukum akan melindungi Anda dari tuntutan – tuntutan tertentu dan mungkin dapat perlakuan pajak yang lebih kecil. Sementara dalam sisi lain terdapat kewajiban – kewajiban tertentu yang harus dijalankan apabila Anda membuat suatu badan hukum.

Setiap perusahaan memiliki ciri khas atau nilai yang diterapkan dalam perusahaannya masing – masing. Tugas pendiri adalah untuk mengembangkan ciri khas atau nilai dalam startup.

Isu Hak atas Kekayaan Intelektual juga seringkali dilupakan dari perusahaan startup. Mungkin hal tersebut dikarenakan startup memiliki keterbatasan biaya. Tetapi yang pertama harus Anda pertimbangkan adalah Merek Dagang dan domain dari startup Anda.