Lesson 2 of 8
In Progress

Pengembangan Produk

Legalroom Indonesia 17 September 2020

Setelah memiliki ide maka waktunya untuk mengembangkan produk. Permasalahan dari suatu startup biasanya adalah keterbatasan dalam hal:

  • orang, 
  • waktu, 
  • dana, 
  • peralatan, dan 
  • tempat

Perlu dicatat bahwa semua startup pasti menghadapi permasalahan keterbatasan diatas. Namun yang harus disadari belum tentu mereka memiliki konsep yang hebat.

Cara yang paling lazim untuk dilakukan adalah dengan mengembangkan ide Anda sendiri. Biasanya orang lain belum tentu percaya akan dan tidak mengerti akan ide Anda. Beberapa perusahaan yang sekarang sudah mendunia seperti Yahoo!, Google, Facebook, Twitter, dan seterusnya pun awalnya melakukan hal yang sama. Namun permasalahan yang terjadi biasanya adalah hal ini membutuhkan waktu yang lebih lama karena biasanya Founders juga melakukan pekerjaan lainnya seperti bekerja di tempat lain atau sekolah.

Tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akan membutuhkan suatu co founder atau mitra. Umumnya Anda harus menyisihkan sebagian kepemilikan Anda terkait startup untuk mitra Anda. Dalam hal ini disarankan untuk Anda mencari pihak yang dapat melengkapi kekurangan Anda dalam bidang tertentu. Namun jangan hanya melihat kemampuan atau skillnya saja tetapi harus diperhatikan juga bahwa apakah Anda cocok dengan pihak tersebut, karena pastinya startup yang Anda jalankan diharapkan untuk berjalan dalam waktu yang panjang.

Opsi lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan outsource. Biasanya hal ini dilakukan apabila founder belum yakin untuk membagikan kepemilikannya kepada orang tersebut. Namun, sistem ini juga memiliki risikonya sendiri seperti biaya yang mahal, ketidakpahaman, dan tidak fleksibel.

Mengangkat karyawan juga menjadi salah satu pilihan untuk membuat produk. Hanya saja dibutuhkan dana yang lebih untuk menggaji karyawan tersebut.

Dalam proses mengembangkan produk ini sering pastinya mendengar perusahaan yang dimulai dari garasi. Hal ini dikarenakan bahwa garasi merupakan tempat yang dapat dikorbankan dan tergolong murah dan tidak butuh memikirkan infrastruktur lagi. Namun pada zaman sekarang kampuspun dapat digunakan untuk memulai startup. Atau yang lebih modern lagi saat ini adalah co-working space. Untuk memilih lokasi startup Anda maka disarankan untuk mencari tempat yang efisien dan tidak membutuhkan sumber daya lebih, karena pastinya Anda harus fokus kepada hal – hal lain yang lebih penting dari memilih tempat.

Selanjutnya dalam produk Anda pasti diinginkan untuk memiliki berbagai macam fitur. Namun pada kenyataannya Anda harus dapat memilah fitur apa memang wajib ada dan fitur yang hanya sebatas baik apabila dimiliki. Karena keterbatasan yang dimiliki startup maka penting untuk fokus kepada fitur yang memang harus ada.

Setelah produk atau layanan sudah memiliki bentuk, dan sudah mulai digunakan, maka Anda akan mulai mengembangkan produk dengan menambahkan fitur. Pada saat inilah Anda harus mulai menerapkan Product Management. Untuk perusahaan startip kecepatan menyediakan layanan adalah hal yang esensial. Walaupun untuk startup mungkin Project Management sulit dilakukan tapi Anda juga dapat menggunakan hal ini walaupun tidak bersifat kaku. Contohnya adalah mengadakan pertemuan mingguan untuk melaporkan hasil perkembangan dari suatu produk.

Cara terbaik untuk menilai produk adalah dengan kita menggunakan produk kita sendiri. Dengan kondisi ini maka Anda akan merasakan apa yang dirasakan oleh pengguna atau pelanggan, oleh karena itu Anda dapat langsung memperbaiki produk Anda.

Hal yang sering menjadi bimbang adalah untuk startup lebih baik untuk mengembangkan produk atau menjalankan proyek? Masing – masing ini adalah benar untuk dilakukan karena memiliki kelebihan masing – masing. Biasanya dalam startup dibuat 2 tim untuk menjalankan proyek dan mengembangkan produk, permasalahan yang sering muncul lagi adalah sifat merasa paling berkontribusi. Untuk mengatasi hal tersebut maka dapat dilakukan rotasi.