Lesson 6 of 8
In Progress

Pitching

Legalroom Indonesia 17 September 2020

Makna Pitching yang tumbuh saat ini adalah kegiatan untuk mempresentasikan ide startup Anda kepada berbagai pihak, terutama kepada calon investor. Membahas Pitching tidak harus selalu mengenai dalam hal pencarian pendanaan tapi bisa juga ketika Anda ingin memperkenalkan startup Anda kepada calon pengguna, cofounder, atau pihak lainnya. Dalam proses melakukan presentasi ini sering sekali terdapat keterbatasan waktu yang sangat singkat, oleh karena itu Anda harus membuat presentasi Anda sesempurna mungkin. Kesalahan yang sering terjadi pada saat presentasi ini diantaranya adalah:

  • Tidak memahami siapa pendengarnya;

Pertama Anda harus mengenal siapa pendengar dari presentasi Anda karena tentunya setiap pendengar memiliki pendekatan yang berbeda. Contoh ketika pendengar adalah calon investor maka kita harus menjelaskan juga mengenai potensi pasar, cara masuk ke pasar, dan hal – hal yang terkait dengan investor.

  • Tidak menjelaskan masalah yang ingin dipecahkan;

Penting bagi Anda untuk menjelaskan masalah yang ingin Anda selesaikan dengan cara yang mudah dimengerti orang lain. Dalam hal ini Anda juga dapat menceritakan alasan Anda membangun startup ini.

  • Tidak mengerjakan pekerjaan rumah;

Pekerjaan rumah yang dimaksud disini mencakupi hal berikut:

  1. Apa yang sudah dilakukan orang lain untuk menangani masalah ini? Mereka dapat dikategorikan sebagai kompetitor. Mengapa mereka gagal (belum sukses)? Apa masalah teknologi? Regulasi? Atau apa? Atau jika mereka sudah sukses, mengapa Anda masih mau melakukan hal ini? Ikut-ikutan?
  2. Berapa skala dari masalah ini? Sebagai contoh, ada start-up yang ingin memecahkan masalah survey kualitas jalan tetapi tidak tahu seberapa besar masalahnya. Ada berapa jalan di Indonesia? Seberapa banyak jalan yang bolong? 10? 1000? 10.000? 100.000? 1 juta? 1 milyar? Contoh lain adalah berapa besar calon pengguna layanan yang ingin dikembangkan sang start-up? 10 orang? 1000 orang? 1 juta orang? Skala ini menentukan juga potensi bisnis.
  3. Solusi tidak unik.

Unik dalam hal ini adalah beda, dalam artian mengapa startup Anda berbeda dengan startup sebelum – sebelumnya yang telah gagal atau mungkin perbedaan itu membuat startup Anda lebih baik dari yang sudah sukses dilakukan. Dalam keadaan tertentu perbedaan tidak selalu dibutuhkan. Contohnya pada Alibaba, terlepas dari keunikannya mungkin hanya menjalankan e-commerce tapi bisa sukses karena memang e-commerce dari negara lain dilarang masuk.

Mengenalkan siapa orang dibalik startup Anda juga sangat penting. Anda harus dapat menunjukan bahwa Anda dan yang lainnya memiliki pengalaman, latar belakang, dan kredibilitas untuk menjalankan startup. Inti dari pitching sebenarnya adalah bagaimana Anda mendapatkan kepercayaan dari pihak tersebut dalam hal pendengar adalah investor maka Anda harus membuat mereka percaya kepada Anda untuk memegang uang mereka.

Kunci dari pitching sebenarnya adalah teknik dalam melakukannya. Salah satu cara terbaik untuk menemukan teknik pitching yang baik adalah Anda harus mengetahui latar belakang dan ketertarikan pendengar Anda dan terus menerus berlatih. 

Kegagalan dari suatu pitching adalah hal yang sangat biasa. Hal ini dapat dipastikan pernah dirasakan oleh semua startup. Disamping karena ketidakmampuan Anda dalam memberikan presentasi ada kemungkinan juga tidak ada pembanding dari startup Anda sehingga pihak lain sulit mengerti startup Anda. Timing juga akan berpengaruh kepada pitching Anda, ide yang terlalu cepat juga tidaklah baik. Pada intinya jangan menyerah, percayalah bahwa diluar sana pasti ada pihak yang percaya dan tertarik pada startup dan ide Anda.