Pentingnya Mengenal Jenis Pasar Modal bagi Para Calon Investor

Inovasi teknologi online berubah dengan sangat cepat dan bagi calon investor, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk belajar mengenai pasar modal!

Mari kita bahas, pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang dengan jangka waktu lebih dari satu tahun, seperti saham, surat utang (obligasi), reksa dana, dll. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan dan pemerintah, dan sebagai sarana kegiatan berinvestasi bagi pemilik dana (investor).

Esensi terciptanya pasar modal adalah sebagai wadah untuk mempertemukan investor dengan emiten dalam rangka mencukupi dana yang dibutuhkan emiten untuk berbagai rencana operasional, misalnya dalam rangka pembangunan proyek, melakukan ekspansi, dan pelunasan utang. Investor berkeinginan memberikan sebagian dananya ke perusahaan dengan maksud melipatgandakan dananya melalui keuntungan yang akan diperoleh dari penyertaan modal tersebut. Jadi, pasar modal bukan hanya tempat melakukan transaksi namun ia mempunyai peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan fungsi ekonomi dalam menjaga kestabilan keuangan negara.

Dalam pasar modal sendiri terdapat 2 jenis pasar modal yaitu pasar perdana dan sekunder. Investor dapat melakukan pembelian saham di kedua pasar ini, lalu apa yang menjadi perbedaannya dan mengapa penting untuk memahaminya?

Mari kita simak pembahasan berikut ini!

Pasar perdana adalah pasar di mana efek/saham/surat berharga diperdagangkan untuk pertama kalinya ke publik. Proses ini disebut dengan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO), yaitu ketika saham atau efek lainnya untuk pertama kali ditawarkan kepada investor (pemodal) oleh pihak Penjamin Emisi (Underwriter) melalui Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) yang bertindak sebagai Agen Penjual Saham. Pihak yang membantu suatu perusahaan menjual saham perdana adalah perusahaan efek atau perusahaan sekuritas yang bertindak menjadi penjamin emisi sekaligus agen penjual atau underwriter.

Pada pasar perdana, investor hanya bisa membeli saham saja tanpa menjualnya dan harga saham tetap karena perusahaan sudah menentukan harga dan jumlah saham yang akan ditawarkan sebelum menawarkannya di pasar perdana. Karena tidak semua saham dijual oleh perusahaan (emiten), investor tidak selalu mendapatkan sejumlah yang ia inginkan.

Tidak jarang bahwa dalam pasar perdana terjadi kelebihan permintaan/oversubscribed, hal ini terjadi apabila permintaan investor melebihi dari jumlah yang ditawarkan ke publik.

Sebagai contoh, saham yang ditawarkan ke publik sebanyak 200 juta saham, sementara permintaan pembelian saham dari seluruh investor sebanyak 300 juta saham. Dalam kejadian seperti ini, apabila investor mendapatkan jumlah saham lebih sedikit dari yang dipesan, maka emiten akan melakukan refund/pengembalian dana atas kelebihan permintaan tersebut. Kemudian, investor dapat membeli dan menjual saham yang ia inginkan di pasar sekunder, bahkan dalam hal ini para investor dapat memperoleh capital gain.

Adapun ilustrasi transaksi di Pasar Perdana ialah:

a. Investor mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) dan melakukan setor dana ke Rekening Dana Nasabah (RDN) di perusahaan efek, kemudian menyerahkan FPPS, bukti setor, serta identitas diri.

b. Perusahaan efek akan menyerahkan FPPS ke penjamin emisi untuk kemudian dilanjutkan ke Biro Administrasi Efek (BAE) untuk mendapatkan penjatahan saham. Setelah mendapatkan konfirmasi dari BAE untuk penjatahan saham maka informasi tersebut akan langsung diinformasikan ke investor. Form pemesanan saham akan dikumpulkan secara kolektif di BAE.

Perusahaan yang akan melakukan IPO di pasar perdana harus mempublikasikan secara transparan dan jujur mengenai harga penawaran, jumlah saham yang ditawarkan, masa penawaran, dan informasi lain yang penting di surat kabar berskala nasional, dan juga dibagikan ke publik dalam bentuk prospektus.

Pasar sekunder adalah kelanjutan dari pasar perdana setelah perusahaan melakukan IPO dan dilangsungkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Transaksi dalam pasar ini adalah jual beli saham dimana efek-efek yang telah dicatatkan di Bursa Efek diperjualbelikan. Setelah tercatat di bursa saham, artinya saham perusahaan bebas diperjualbelikan oleh publik, sesuai jumlah permintaan dan penawaran.

Di pasar ini, transaksi pembelian dan penjualan efek terjadi antara investor yang satu dengan investor yang lainnya. Tidak seperti pasar perdana dengan harga saham tetap, dalam pasar sekunder harga akan mengalami fluktuasi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya secara spesifik; kinerja perusahaan dan industri perusahaan maupun secara umum/makro; tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik suatu negara, dll.

Namun, yang perlu diketahui juga adalah, dikarenakan dalam pasar sekunder investor dapat menjual sahamnya, investor akan dikenai pajak transaksi sebesar 0,1 % dan dalam melakukan transaksi, ia harus memberikan komisi kepada pialang. Komisi tersebut dikenakan PPN sebesar 10 % dari nilai transaksi yang dibebankan kepada investor.

Recommend0 recommendationsPublished in Tak Berkategori

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *