Program BPJS, Menguntungkan atau Merugikan?

Jaminan kesehatan di Indonesia saat ini selalu diidentikkan dari BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Program penjamin kesehatan masyarakat yang berasal dari pemerintah ini dinilai memberikan alternatif atau solusi lain untuk masyarakat dari asuransi kesehatan.

Meskipun sistem dan mekanisme BPJS Kesehatan di beberapa sisi masih nampak sulit dan rumit tidak seperti asuransi konvensional, namun pemerintah beserta segenap pihak yang terkait terus berusaha membenahi dan memperbaiki sistem agar tercipta layanan yang baik dan kepuasan bagi para peserta BPJS. Sebelum menggunakan program layanan BPJS, terdapat keuntungan-keuntungan yang akan didapatkan dengan layanan ini, yaitu:

1. Wajib untuk Warga Indonesia

BPJS Kesehatan merupakan program yang diselenggarakan langsung dari pemerintah dan diwajibkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan ada Undang-undang dan peraturan pemerintah yang mengatur kewajiban ini. Secara lebih lanjut, artinya jika seseorang ikut asuransi swasta maka Anda juga diharuskan juga mendaftar asuransi BPJS kesehatan.

2. Iuran Murah

Biaya atau premi yang murah. tarif BPJS Kesehatan 2020 sebelum dan setelah naik (berlaku 1 Juli 2020): Sebelum kenaikan Peserta mandiri kelas I: Rp 80.000, peserta mandiri kelas II: Rp 51.000, peserta mandiri kelas III: Rp 25.500. Setelah kenaikan, peserta mandiri kelas I: Rp 150.000, peserta mandiri kelas II: Rp 100.000, peserta mandiri kelas III: Rp 42.000. Sebagai informasi, iuran BPJS 2020 atau tarif BPJS 2020 khusus untuk kelas III untuk iuran periode Juli – Desember 2020, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

Maka sebagai peserta BPJS sudah bisa mendapatkan layanan atau perlindungan kesehatan dari pemeriksaan, rawat inap, pembedahan, obat, maupun layanan lainnya secara cuma-cuma.

3. Tanpa Medical Check Up

Apabila Anda mendaftar pada asuransi kesehatan swasta, maka Anda akan dikenai medical check up terlebih dahulu sebelum menggunakan fasilitas asuransi. Jika Anda terkena penyakit kritis dan sudah berumur di atas 40 tahun, maka premi Anda akan menjadi semakin mahal karena kemungkinan akan sangat besar untuk menggunakan asuransi dalam waktu dekat. Kemungkinan terburuk seperti pengajuan polis yang ditolak juga sangat mungkin terjadi. Namun, bila Anda mendaftar BPJS, di umur berapa pun Anda boleh mendaftar dan tanpa medical check up, bahkan bayi yang masih dalam kandungan pun juga sudah bisa di daftarkan.

4. Jaminan Kesehatan Seumur Hidup

Sepertinya hanya BPJS yang berani menanggung proteksi peserta hingga seumur hidup. Dalam pengamatan sejauh ini, diketahui asuransi swasta hanya bisa melindungi pesertanya maksimal pada usia 100 tahun. Hal ini yang akhirnya membuat masyarakat semakin jatuh hati untuk memilih BPJS Kesehatan sebagai jaminan kesehatan yang menjanjikan.

Kekurangan atau Kelemahan BPJS Kesehatan

1. Metode Berjenjang

Kekurangan pertama dari yaitu adanya metode berjenjang saat melakukan klaim. Di BPJS, di luar keadaan darurat, peserta memang diharuskan memeriksakan penyakitnya ke faskes 1 terlebih dahulu yaitu di Puskesmas atau klinik. Setelah melalui faskes 1 dan pasien memang dirasa harus dirujuk ke rumah sakit, maka pasien atau peserta BPJS baru bisa ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Sedangkan di asuransi lain, Anda bisa langsung memeriksakan sakit ke rumah sakit yang sudah bekerja sama. Aspek ini menjadi salah satu proses yang cukup rumit dan perlu dipahami oleh semua peserta jaminan kesehatan ini.

2. Harus Siap Antre

Jika akan mendaftar atau akan melakukan pengubahan data di kantor BPJS, maka peserta BPJS harus bersiap dengan antrean yang panjang. Tidak hanya dalam hal mendaftar dan melakukan perubahan data, ketika peserta juga akan berobat ke rumah sakit, maka antrean panjang juga harus dihadapi peserta. Nah, inilah yang kadang membuat peserta BPJS berpikir dua kali sebelum mendaftar jaminan kesehatan satu ini.

3. Pembayaran Iuran Terkadang Rumit

Kendala ini cukup banyak dijumpai oleh beberapa pengguna BPJS yang ingin membayarkan iuran BPJS. Mereka harus berjalan menuju loket pembayaran resmi atau ke kantor BPJS yang mungkin jaraknya cukup jauh. Belum lagi masih harus antre saat akan melakukan pembayaran iuran. Pastinya sangat menyulitkan bagi mereka yang tinggal di pedesaan atau daerah terpencil yang jauh dari loket BPJS.

Penelitian dari Lokataru Foundation menemukan bahwa keuntungan yang diterima peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih rendah. Meskipun begitu, kehadiran Program JKN-KIS lambat laun juga akan memperbaiki sistem kesehatan di Indonesia, untuk itu sangat penting jika program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini terus ada. Mengenai keuntungan dan kerugian dapat dinilai dari perspektif mana kita melihat. Sebab, BPJS tentunya bukanlah menjadi jaminan kesehatan yang sempurna. Disamping kelebihan-kelebihan BPJS Kesehatan yang telah dibahas sebelumnya, BPJS juga memiliki beragam kekurangan yang bisa mungkin dikarenakan perbaikan manajemen dan sistem layanan.

Recommend0 recommendationsPublished in News

Related Articles

Lindungi Rahasia Bisnis Anda dengan Pasal Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja

Saat memulai hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan, perjanjian kerja merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk mengatur hubungan kerja tersebut. Di mana, kontrak kerja atau perjanjian kerja ini berfungsi untuk melindungi para pihak, baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri karena hak dan kewajiban masing-masing pihak tertulis jelas beserta hal-hal yang dapat mengakhiri hubungan kerja.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kami ingin memberikan pemberitahuan untuk Kelas dan Info-info terbaru di legalroom.
Dismiss
Allow Notifications