[Pro Bono] Sosialisasi Asas Fiksi Hukum di Indonesia?


Asas fiksi hukum memberikan suatu unfair advantage bagi mahasiswa hukum sedangkan masyarakat lainya yang sama sekali tidak paham hukum dianggap paham hukum dan terkadang menjadi korban dari oknum - oknum penegak hukum. Maka dari itu sebagai sarjana hukum kita memiliki kewajiban moril untuk

.

Seperti kita pahami bahwa perkembangan hukum sudah pada tahap yang cukup signifikan, banyak sekali aspek -aspek baru dalam kehidupan yang sudah terakomodir dalam hukum mulai dari pengaturan , pembentukan norma hingga sanksi. Sebagai contoh dengan adanya grabwheels di jakarta maka terbentuklah pergub baru untuk pengaturan objek dan penggunaan tersebut. Manusia selalu hidup dalam perlindungan hukum setiap harinya mulai dari yang dijelaskan Konstitusi kita dalam UUD 1945 pasal 28 - a sampai j* mengenai hak asasi manusia. Hingga UU Perlindungan Konsumen , Pasal 33 UUD dan masih banyak lagi.

Namun seiring berkembangnya zaman, pemahaman hukum di Indonesia pada hakikatnya masih sangat minim. Padahal bayangkan jika masyarakat Indonesia pada pada melek hukum , maka oknum oknum yang melakukan penyelewengan hukum pun seperti para KORUPTOR dan 'Polisi Liar' dapat kita akomodir untuk ditangguhkan. Maka dari itu aspek sosialisasi hukum sesungguhnya sangat berperan dalam kehidupan masayarakat khususnya dalam pembentukan budaya hukum.

Namun praktik sosialisasi hukum di Indonesia pada hakikatnya sangat minim dan terkesan sangat usang dan terlalu pragmatis dengan anggapan konsep perwakilan dan memanfaatkan asas fiksi hukum. Maka dari itu sudah seyogynya kita sebagai anak muda mulai melakukan revolutioner dalam aspek sosialisasi hukum dengan pendekatan yang lebih segar dan luas yang akan berdampak sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan adanya instagram , Tik - Tok dan media sosial lainya. Sudah seharusnya kita selaku generasi yang paling melek teknologi dan kreatif mulai melakukan tanggung jawab sosial itu yakni untuk melakukan sosialisasi hukum. Desain dan visualisme zaman sekarang pun sudah sangat berkembang. Pembentukan Logo hingga pembuatan desain grafis sudah melawati apa yang dapat kita pikirkan. Dengan adanya hologram , AR, VR , 3D , Stopmotion , dan Recording membuat banyak sekali media yang belum dijamah dalam kegiatan sosialisasi hukum di Indonesia.

Maka dari itu saya harap artikel ini dapat menginspirasi semua dalam melakukan sosialisasi hukum dengan pendekatan dan kratifitas masing - masing untuk menjaga negara kita dimasadepan.

Comments