Selebgram juga harus bayar pajak loh!

Tahukah kalian bahwa pada masa sekarang salah satu pekerjaan paling menjanjikan adalah menjadi seorang influencer. Menurut Oxford Dictionary kata influencer berarti, “​a person or thing that influences somebody/something, especially a person with the ability to influence potential buyers of a product or service by recommending it on social media.” Kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia maka influencer adalah orang yang mampu memberikan pengaruh ke orang lain, khususnya mereka yang mampu mempengaruhi orang lain untuk membeli sebuah produk atas rekomendasinya melalui sosial media.

Influencer sendiri memiliki banyak sebutan berdasarkan media yang digunakan, misalnya Youtuber untuk pengguna media Youtube, Selebgram sebagai pengguna media Instagram, Selebtweet sebagai pengguna media Twitter dan masih banyak lagi. Pembahasan kita kali ini akan lebih berfokus pada Selebgram, karena merekalah yang paling banyak merekomendasikan orang untuk membeli suatu produk tertentu.

Ketika menjadi seorang Selebgram kita akan mendapat penghasilan ketika kita melakukan endorsement atau promosi mengenai sebuah produk. Selebgram sekarang menjadi pilihan utama para businessman untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk mereka. Dan dari hal ini pula Selebgram mendapatkan penghasilan mereka. Enak bukan? Kerjanya hanya perlu me-review sebuah produk di Instagram miliknya, lalu biarlah semesta bekerja. Bagi mereka yang melihat review dan tertarik pasti akan membeli produk tersebut. Selebgram tidak peduli produk tersebut laku atau tidak, selama dia sudah memberikan review yang menarik, dia akan mendapat bayaran dari produsen produk tersebut. Selebgram saat ini memiliki tingkatan berdasarkan jumlah pengikut yang dimilikinya pada akun Instagramnya, semakin banyak maka akan semakin mahal biaya endorsement nya. Bahkan ada Selebgram yang sekali endorse mendapat bayaran sekitar 15.000.000 untuk sekali post. Itu baru dari 1 produk, bayangkan apabila dalam 1 hari ada 5 produk dari 5 produsen yang berbeda, berapa penghasilan yang dihasilkan? Pertanyaannya sekarang, Selebgram kan tidak bekerja kantoran, dan tidak memiliki gaji tetap apakah perlu membayar pajak?

Jawaban atas pertanyaan di atas adalah ya. Mengacu pada Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE/62/PJ/2013 tentang Penegasan Ketentuan Perpajakan Atas Transaksi e-Commerce, kegiatan endorsement bisa diklasifikasikan ke dalam classified ads. Classified ads adalah kegiatan menyediakan tempat dan/atau waktu untuk memajang content (teks,grafik, video penjelasan, informasi, dan lain-lain) barang dan/atau jasa bagi Pengiklan untuk memasang iklan yang ditujukan kepada Pengguna Iklan melalui situs yang disediakan oleh Penyelenggara Classified Ads. Meskipun dulu classified ads ini merupakan iklan yang muncul biasa dalam situs-situs internet, namun endorsement pun sekarang dapat diklasifikasikan dalam classified ads yang berarti kegiatan ini merupakan objek pajak.

Kemudian apabila mereka berpenghasilan dari endorsement dan total penghasilannya sesuai dengan yang tercantum pada UU PPh (Pajak Penghasilan) dengan perubahan terakhir yang dituangkan dalam UU No. 36 tahun 2008. Apabila seorang Selebgram bekerja sendiri bukan merupakan bagian dari sebuah management/agensi yang membayar gaji secara berkala, maka mereka dikenakan PPh 21 dengan tarif sesuai pasal 17 UU No. 36 tahun 2008. Namun apabila Selebgram tersebut merupakan bagian dari sebuah agensi maka dikenakan pemotongan sesuai PPh 23. PPh 21 berarti Selebgram tersebut membayarkan sendiri pajaknya ke Dirjen Pajak, sementara PPh 23 pajak dari Selebgram tersebut dibayarkan oleh perusahaan, sehingga gaji yang diterima oleh Selebgram setiap bulannya sudah hasil potongan dari pembayaran pajak. Selengkapnya mengenai besaran tarif pajak PPh 21, sesuai pasal 17 UU No. 36 tahun 2008;

Penghasilan Kena Pajak (1 Tahun)

Tarif Pajak Pasal 17

Rp. 50.000.000,00 5%
Rp. 50.000.000,00-Rp. 250.000.000,00 15%
Rp. 250.000.000,00-Rp. 500.000.000,00 25%
di atas Rp. 500.000.000,00 30%

Meskipun kita mengenal bahwa prinsip dari pajak penghasilan ini adalah self-assessment atau bisa dibilang kesadaran diri sendiri untuk membayarkan pajak, tetap saja pajak merupakan kewajiban kita sebagai seorang warga negara yang memenuhi kualifikasi sebagai seorang wajib pajak. Jadi kalau kalian merupakan Selebgram yang sering melakukan endorsement di Instagram, dan mendapat penghasilan dari kegiatan itu jangan lupa untuk bayar pajak ya!

Recommend0 recommendationsPublished in Legal, Lifestyle, Pajak

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *