Telat Mendaftar Merek, Bisa Ditikung Orang Lain Loh!

Hak atas Kekayaan Intelektual Merek dagang milik usaha yang dibangun anda sendiri, ternyata telah terlebih dahulu didaftarkan atas nama orang lain? Hal ini mengakibatkan Anda sebagai pemilik Merek yang belum mendaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual ( DJKI ) tidak bisa melakukan apa-apa untuk mendapatkan Hak Atas Merek dagang tersebut. Lain halnya apabila anda terlebih dahulu telah mendaftarkan Merek dagang anda, maka apabila orang lain menggunakan Merek yang sama, pendaftaran Hak Merek anda tersebut bisa digunakan sebagai alat bukti berupa Sertifikat Merek yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM di Pengadilan.

Maka dari itu, pendaftaran Merek sangat bermanfaat bagi anda yang memiliki usaha atau menargetkan prospek jangka panjang untuk bisnis anda, karena Merek merupakan unsur yang penting sebagai identitas sebuah produk.

Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis, memberikan definisi Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Apa Saja Fungsi Dari Pemakaian Merek dan Pendaftaran Merek?

Pemakaian Merek memiliki fungsi sebagai tanda pengenal yang membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya, juga berfungsi sebagai alat promosi sehingga dapat mempromosikan hasil penjualan cukup dengan menyebutkan Merek.

Selain itu pendaftaran Merek berfungsi untuk memberikan perlindungan hukum terhadap anda sebagai pemilik Merek. Jika adanya pelanggaran Merek yang dilakukan oleh orang lain, maka akan dikenai sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.2 Miliar. Perlu diketahui bahwa Merek yang terdaftar mendapatkan perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran Merek yang bersangkutan dan jangka waktu perlindungan tersebut dapat diperpanjang.

Siapa Yang Berhak Mengajukan Pendaftaran Merek?

Prinsip first to file yang dianut dalam sistem perlindungan Merek di Indonesia membuat siapapun – baik perorangan maupun badan hukum – yang pertama kali mendaftarkan suatu Merek untuk kelas dan jenis barang/jasa tertentu, dianggap sebagai pemilik Hak Atas Merek yang bersangkutan untuk kelas dan jenis barang/jasa tersebut.

Apa Saja Hal Yang Dapat Menyebabkan Pendaftaran Merek Ditolak?

1. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;

2. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

3. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis sepanjang memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan lebih lanjut dengan peraturan pemerintah;

4. Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi-geografis yang sudah dikenal;

5. Merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak;

6. Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang;

7. Merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh Negara atau lembaga pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

Lalu, Bagaimana Tata Cara dan Prosedur Pendaftaran Merek?

Sebelum mengajukan permohonan Merek, calon pemohon terlebih dahulu melaksanakan penelusuran (search) pada database merek DJKI, untuk memperoleh gambaran apakah sudah ada merek yang terdaftar atau lebih dahulu diproses pendaftarannya milik pihak lain, yang memiliki persamaan baik secara keseluruhan maupun pada pokoknya, dengan merek milik calon pemohon.

Dokumen dan persyaratan yang harus dilengkapi saat pengajuan untuk mendapatkan Tanggal Penerimaan adalah:

Formulir Pendaftaran Merek yang dibuat rangkap dua, telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh Pemohon atau Kuasanya;

2. Kelas dan jenis barang/jasa. Satu permohonan merek untuk satu merek di satu kelas, namun tidak terbatas jumlah jenis barang/jasanya. Kelas dan jenis barang tidak dapat diganti ataupun ditambah setelah mendapat Tanggal Penerimaan, namun untuk jenis barang dapat dikurangi.

3. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 2.000.000,00 (biaya ini adalah biaya dasar per merek per kelas yang berlaku jika pemohon mengajukan secara langsung ke loket DJKI atau melalui Kanwil Kemenkum HAM. Untuk pendaftaran online via Konsultan HKI Terdaftar akan menimbulkan biaya jasa yang besarnya bergantung pada masing-masing Konsultan HKI sebagai penyedia jasa).;

4. Surat Pernyataan Hak, yang merupakan pernyataan Pemohon bahwa ia memang memiliki hak untuk mengajukan pendaftaran merek tersebut dan akan menggunakan merek yang didaftarkan dalam perdagangan barang/jasa untuk mana merek tersebut didaftar;

5. Surat Kuasa, jika permohonan diajukan melalui Kuasa.

Selanjutnya alalah Pengumuman permohonan pendaftaran Merek. Pengumuman ini dimuat dalam Berita Resmi Merek dan berlangsung selama dua bulan. Dalam jangka waktu dua bulan ini, setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Menteri Hukum dan HAM atas permohonan pendaftaran Merek yang bersangkutan dan dapat dilakukan jika terdapat alasan yang cukup dan disertai bukti bahwa Merek yang dimohonkan pendaftarannya adalah Merek yang tidak dapat didaftar atau ditolak. Apabila tidak ada masalah dari permohonan pendaftaran Merek yang diajukan dan lolos pemeriksaan substantif, maka Merek akan resmi terdaftar dengan Menteri Hukum dan HAM menerbitkan Sertifikat Merek tersebut dalam waktu 15 (lima belas) hari sejak tanggal Pendaftaran Merek. Namun apabila tidak dapat didaftar atau ditolak, Menteri Hukum dan HAM memberitahukan kepada pemohon atau kuasanya secara tertulis dengan menyebut alasannya. Dalam hal Merek ditolak atau didaftar, Pemohon berhak mengajukan banding ke Komisi Banding Merek.

Saat ini permohonan pendaftaran Merek juga bisa diajukan secara online melalui e-filing mengingat Kondisi Pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas secara langsung menjadi terbatas. Pengajuan pendaftaran Merek secara online bisa dilakukan melalui aplikasi Merek yang disediakan oleh DJKI. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Pemohon melakukan pemesanan kode billing pada aplikasi simpaki.dgip.co.id
  2. Setelah kode billing dibayarkan, kemudian pemohon melakukan login ke Aplikasi Merek, jika  pemohon belum mempunyai akun Aplikasi Merek silahkan melakukan registrasi akun / aktivasi e filing terlebih dahulu
  3. Aplikasi Merek sudah terintegrasi dengan aplikasi simpaki untuk pengecekan kode billing
  4. Setelah berhasil login ke aplikasi, lakukan input data pengajuan permohonan merek, kemudian submit data permohonan online
  5. Data permohonan yang sudah disubmit oleh pemohon dapat dicetak dan akan dilakukan pengecekan oleh petugas.
Recommend0 recommendationsPublished in Bisnis, Legal, Legalku

Related Articles

Lindungi Rahasia Bisnis Anda dengan Pasal Kerahasiaan dalam Perjanjian Kerja

Saat memulai hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawan, perjanjian kerja merupakan dokumen yang menjadi dasar untuk mengatur hubungan kerja tersebut. Di mana, kontrak kerja atau perjanjian kerja ini berfungsi untuk melindungi para pihak, baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri karena hak dan kewajiban masing-masing pihak tertulis jelas beserta hal-hal yang dapat mengakhiri hubungan kerja.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *