Tips Survive Menjalani Dunia Perkuliahan Di Fakultas Hukum

Sejak zaman dahulu, jurusan Ilmu Hukum selalu menjadi incaran favorit para calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Jurusan hukum senantiasa menempati posisi 10 besar jurusan terfavorit setiap tahunnya di kategori rumpun ilmu sosial & humaniora (soshum). Bahkan, kampus-kampus hukum (kampus yang memiliki jurusan hukum) atau sering disebut juga dengan Law School, baik negeri maupun swasta tidak pernah sepi akan peminat atau calon mahasiswa. Beragam motif melatar belakangi mengapa jurusan hukum senantiasa menjadi jurusan favorit tiap tahunnya. Motif-motif tersebut diantaranya adalah peluang dan cakupan kerja jurusan hukum yang cukup luas, pilihan karir yang melimpah, prestise atau gengsi tersendiri dari jurusan hukum hingga motif ekonomi dimana profesi hukum dianggap selalu mampu mendatangkan penghasilan yang “tinggi” serta beragam motif lainnya.

Namun, setelah memasuki dunia perkuliahan di Fakultas Hukum, seringkali beberapa mahasiswa merasa bahwa perkuliahan di jurusan ini tidak sesuai dengan ekspektasi yang mereka bayangkan. Bermacam-macam keluhan bermunculan mulai dari terlalu banyaknya jumlah mahasiswa di Fakultas Hukum, buku-buku perkuliahan yang tebal dan menunggu untuk segera dibaca hingga segudang tugas yang menghujani tiap minggunya ditengah patokan standar yang tinggi di Fakultas Hukum. Lalu, bagaimanakah cara agar kita tetap bisa survive menjalani perkuliahan di Fakultas Hukum ? Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

1. Maksimalkan Masa Orientasi Mahasiswa Baru

Pada periode awal memasuki dunia perkuliahan, setiap mahasiswa baru hampir dapat dipastikan akan melalui tahapan yang sering kita sebut sebagai “Masa Orientasi Mahasiswa Baru.” Kegiatan orientasi ini biasanya diadakan secara berjenjang, mulai dari tingkat universitas, fakultas hingga jurusan. Selama masa orientasi ini, mahasiswa baru biasanya akan dikenalkan dengan seluruh seluk beluk kehidupan dunia kampus baik dari segi akademik maupun non-akademik. Selain itu, masa orientasi ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk saling berkenalan dengan rekan-rekan sesama mahasiswa baru maupun dengan kakak tingkat sehingga dapat membantu menunjang kelancaran kehidupan perkuliahan di kemudian hari. Mengingat peran masa orientasi yang sangat krusial karena merupakan pintu gerbang awal memasuki dunia perkuliahan, maka penting bagi kita untuk memaksimalkan partisipasi dalam kegiatan ini. Hal yang dapat dilakukan adalah mengikuti keseluruhan alur orientasi dengan baik dan menyerap sebanyaknya-banyaknya informasi yang disampaikan oleh panitia. Selain itu, maksimalkan juga kegiatan orientasi ini untuk menambah sebanyak-banyaknya relasi atau jejaring pertemanan di lingkungan kampus. Kedua hal di atas niscaya akan sangat berguna untuk membantu kalian survive menjalani perkuliahan di Fakultas Hukum.

2. Temukan Cara Belajar Yang “Kamu Banget”

Setelah melalui masa orientasi dan penyambutan, maka dunia perkuliahan yang sudah dinanti-nantikan pun dimulai. Kegiatan pembelajaran di kelas mulai dilaksanakan yang biasanya akan diwarnai dengan siklus kegiatan secara umum dalam satu semester yaitu : penjelasan materi, penugasan, dan ujian. Untuk bisa survive dalam menghadapi dunia perkuliahan khususnya dalam kegiatan pembelajaran, maka penting untuk mengidentifikasi cara belajar yang paling sesuai dan nyaman untuk diri kita. Hal ini akan berguna karena dengan cara belajar yang cocok, maka penyerapan materi perkuliahan pun akan berjalan secara maksimal. Contoh sederhana adalah dapat kita lakukan dengan berfokus kepada pembagian secara sempit tipe cara belajar seseorang ke dalam tiga kategori yaitu : tipe kinestetik, auditorial, dan visual. Apabila memang kamu tipe orang yang cenderung auditorial, maka kamu bisa maksimalkan fokus belajar dengan mendengarkan penjelasan dosen di kelas dengan baik. Namun, apabila memang kamu orang yang lebih cocok dengan tipe visual, kamu bisa maksimalkan fokus belajar dengan menggunakan visualisasi bahan belajar yang menarik (misalnya dengan membuat mind map). Begitu juga dengan tipe kinestetik, kamu bisa maksimalkan fokus belajar dengan cara mencatat perkuliahan yang diberikan oleh dosen selama kegiatan perkuliahan berlangsung. Namun, sekali lagi perlu diperhatikan bahwa cara belajar setiap orang adalah berbeda-beda dan tidak hanya terbatas kepada tiga tipe tadi. Hal yang terpenting adalah temukan cara belajar yang memang kamu banget ya, Legalroomates !

3. Temukan Peer Group Untuk Mendampingimu Mengarungi Suka Duka Dunia Perkuliahan

Sama seperti kehidupan, dunia perkuliahan pun tidak selamanya akan berjalan mulus. Dalam perjalanannya, pasti ada fase dimana kita sedang berada “di atas” dan ada kalanya kita sedang berada “di bawah”. Untuk melalui dinamika kehidupan perkuliahan ini, tentu kita membutuhkan support system yang bisa senantiasa mendampingi kita dalam keadaan apapun disamping tentunya kedua orang tua atau saudara kita di rumah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menemukan peer group yang bisa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain selama melalui lika-liku dunia perkuliahan. Definisi dan bentuk dari peer group ini sebetulnya beragam, bergantung kepada penafsiran masing-masing orang. Namun, tren yang berkembang saat ini adalah peer group sering diterjemahkan sebagai teman yang memiliki “satu frekuensi atau se-frekuensi” dengan kita. Peer group ini bisa juga terwujud ketika kita dengan sadar dan sengaja membentuk suatu kelompok belajar tertentu. Misalnya, kita membentuk kelompok belajar yang terdiri atas 3 orang mahasiswa dimana kelompok ini secara rutin berdiskusi bersama membahas topik mengenai persoalan seputar perkuliahan. Namun, secara garis besar peer group ini dapat kita definisikan sebagai “kelompok pertemanan kecil” yang biasanya berjumlah tidak lebih dari 10 atau 20 orang. Karena sifatnya yang kecil ini, maka hubungan antar individu yang ada di dalamnya bersifat lebih erat dan tentunya dapat membantu kita mengarungi kehidupan di Fakultas Hukum yang terdiri dari begitu banyak jumlah mahasiswa. Terlepas dari apapun definisi maupun bentuknya, yang terpenting sebisa mungkin kamu menemukan lingkungan pertemanan yang nyaman dan cocok buat kamu yaa, Legalroomates !

4. Mulailah Candu Pada Tiga Hal : Membaca, Menulis dan Berbicara

Banyak orang mengatakan bahwa senjata utama dari anak hukum adalah kemampuan menulis dan berbicara. Hal tersebut memang benar adanya. Namun, agar kita dapat menghasilkan suatu tulisan yang berkualitas dan berbicara atau membuat argumen yang berbobot, maka tentu kita perlu terlebih dahulu membiasakan diri untuk banyak membaca literatur-literatur terkait. Mulailah untuk membiasakan diri membaca literatur hukum, entah itu dalam bentuk buku, jurnal, paper atau dalam bentuk-bentuk yang lain. Selain itu, mulailah untuk membiasakan diri banyak membaca berita dan peka terhadap dinamika hukum yang berkembang di sekitar kita. Apabila kebiasaan membaca ini sudah diterapkan, maka niscaya kemampuan untuk menulis dan berbicara pun akan meningkat secara signifikan. Mengenai kemampuan menulis, hal ini dapat kita latih dengan cara rutin menulis secara periodik. Contoh latihan ini misalnya adalah rutin menulis satu artikel seputar hukum setiap minggunya untuk kemudian dikirimkan ke platform social media hukum yang banyak berkembang dewasa ini. Sementara untuk kemampuan berargumentasi atau berbicara, hal ini dapat kita latih dengan cara yang sederhana. Contoh cara tersebut adalah dengan senantiasa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen atau sesama rekan mahasiswa ketika proses pembelajaran di kelas sedang berlangsung. Apabila tiga skill utama ini sudah mampu dikuasai, maka petualangan di dunia perkuliahan dijamin akan berlangsung relatif mulus dan menyenangkan !

5. Ikutilah Berbagai Kegiatan Positif Atau Program Pengembangan Diri

Tips terakhir kali ini selain berguna untuk survive melalui dinamika perkuliahan di Fakultas Hukum, juga berguna untuk mendukung pengembangan karir setelah kita lulus dan menjadi sarjana hukum. Terkadang tentu kita merasa jenuh dengan rutinitas perkuliahan yang terkesan hanya “itu-itu saja.” Untuk menghilangkan rasa jenuh ini, cara yang dapat kita lakukan diantaranya adalah melakukan rutinitas lain. Rutinitas lain ini bisa kita dapatkan dengan cara aktif mengikuti atau menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mengikuti berbagai kegiatan perlombaan, mengikuti program magang, pertukaran pelajar dan sederet kegiatan-kegiatan positif lainnya. Dengan mengikuti berbagai kegiatan positif dan pengembangan diri tersebut, maka rasa jenuh menjalani perkuliahan pun akan hilang dan CV kamu tentunya akan bertambah tebal dan dapat bermanfaat bagi pengembangan karir kamu kedepan, Legalroomates !

Sekian tips sederhana untuk dapat survive melalui lika-liku dunia perkuliahan di Fakultas Hukum. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis selama berkuliah kurang lebih satu tahun di Fakultas Hukum. Apabila ada tips dan cerita yang lain berdasarkan pengalamanmu, bisa tulis di kolom komentar yaa Legalroomates! Semangat terus menjalani kuliah dan stay safe and healthy di masa pandemi ini 🙂

Recommend0 recommendationsPublished in Tips

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kami ingin memberikan pemberitahuan untuk Kelas dan Info-info terbaru di legalroom.
Dismiss
Allow Notifications