When Pidana met Perdata: Kasus Johnny Depp dan Amber Heard

Orang yang gak punya background hukum mungkin kurang ngerti istilah perdata dan pidana. Hukum perdata adalah hukum privat yang mengatur kepentingan perseorangan. Hukum perdata dibagi empat yaitu hukum orang, hukum keluarga (sepert UU Perkawinan), hukum kekayaan, dan hukum waris. Sedangkan hukum pidana adalah hukum publik yang mengatur larangan dan kewajiban, yang dikaitkan dengan suatu hukuman, seperti larangan pembunuhan. Meskipun keduanya berbeda, ada saatnya mereka bisa ‘bertemu’. Contoh, warisan seseorang ternyata hasil dari pencurian. Warisan tentu saja ranah hukum perdata, namun bisa jadi menjadi ranah hukum pidana karena ada tindakan kejahatan. Hal unik yang serupa juga terjadi pada kasus Johnny Depp dan Amber Heard.

Bagi yang tidak mengikuti kasus ini, Johnny Depp dan Amber Heard merupakan dua aktor Hollywood yang resmi bercerai pada tahun 2017. Amber menyatakan di bawah sumpah tapi di luar pengadilan bahwa Depp melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Pada Agustus 2016, Amber menarik tuduhannya. Amber dan Johnny memberikan pernyataan bersama bahwa hubungan mereka labil dan tidak ada pihak yang memberikan tuduhan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Amber Heard menerima settlement dalam jumlah yang tidak diketahui dan disumbangkan ke suatu yayasan.

Pada Juli 2020, Johnny Depp menuntut News Group Newspaper, Ltd (NGN Ltd), selaku penerbit The Sun, dan Dan Wootton. Dalam artikel yang ditulis di The Sun pada April 2018, Wootton menulis bahwa Depp adalah seorang “wife-beater” atau pemukul istri. Depp menuntut NGN Ltd telah melakukan libel atau pencemaran nama baik dalam bentuk tertulis, terhadap dirinya. Alasan utama Depp menuntut NGN Ltd menurut closing statement-nya adalah ia ingin merehabilitasi atau memperbaiki reputasinya. David Sherborne, selaku pengacara Depp, juga menyatakan bahwa artikel dari The Sun merusak karir Depp. Argumen utama pihak Depp adalah bahwa Depp sama sekali tidak pernah memukul Amber. Untuk mengalahkan Depp, NGN Ltd harus membuktikan bahwa ada kebenaran dalam pernyataan mereka.

Dalam yurisdiksi Inggris, pencemaran nama baik merupakan bagian dari hukum privat atau sipil. Namun berjalannya kasus ini terasa seperti kasus pidana. “The Guardian” memberikan komentar bahwa Sasha Wass, pengacara NGN, dan Eleanor Laws, pengacara Depp, merupakan ahli hukum pidana. Bahkan banyak orang lupa bahwa kasus ini adalah pertarungan antara Depp dan NGN Ltd karena nama Amber masih sering didengar.

Kenapa Amber Heard masih harus menghadiri persidangan kasus ini meskipun ia bukan pihak yang menuntut atau yang dituntut? Karena Amber adalah saksi utama dari intisari kasus ini, yaitu apakah The Sun benar atau tidak dalam menyatakan Depp sebagai “wife-beater”.

Tuduhan Depp sebagai “wife-beater” tentu saja membuat tuduhannya berkaitan dengan domestic abuse atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).Tindakan tersebut merupakan bagian dari hukum pidana di Inggris. Otomatis pembuktian tuduhan Depp bersenggolan terhadap hukum pidana. Tidak hanya pengacara NGN dan Depp, proses pengadilan pun terlihat lebih seperti pengadilan pidana. Terdapat pemeriksaan kamera CCTV, SMS, keterangan saksi, bahkan laporan polisi.

Pada 2 November 2020, Judge Nicol yang menangani perkara tersebut memutuskan bahwa artikel The Sun “substantially true”.  Pertimbangan Judge Nicol adalah Amber telah mengalami penganiayaan oleh Depp lebih dari satu kali. Tidak penting bahwa benar Amber Heard juga memukul Johnny Depp, yang penting Johnny Depp benar telah memukul Amber Heard. Tapi sekali lagi kita perlu ingat sesuatu. Johnny Depp tidak dinyatakan bersalah secara pidana oleh pengadilan Inggris. Yang terjadi, Johnny Depp gagal membuktikan bahwa tuduhan The Sun ia memukul Amber Heard salah.

sumber:

AP News. (2016). Johnny Depp and Amber Heard settle contentious Divorce Case. Diakses pada November 2, 2020 dari https://apnews.com/article/3f4c984a4df5470f83237f1fbdabff32.

BBC. (2020). “Johnny Depp loses libel case over Sun ‘wife beater’ claim.” Diakses pada November 2, 2020, dari https://www.bbc.com/news/uk-54779430.

Bowcott, O. (2020). “Depp Libel Trial Reveals Problems of Proof in Domestic Violence Cases.” Diakses pada November 2, 2020, dari https://www.theguardian.com/film/2020/jul/28/johnny-depp-libel-trial-reveals-problems-of-proof-in-domestic-violence-cases.

Lawless, J. (2020). “Depp lawyer says Amber Heard lied during tabloid libel case.” Diakses pada November 2, 2020, dari https://apnews.com/article/ap-top-news-international-news-trials-newspapers-entertainment-fade699882c0208520fa3622c4c7f437.

Trevelyan, L. “Defamation.” Diakses pada November 2, 2020, dari https://www.inbrief.co.uk/types-of-claim/defamation/.

Wooton, D. (2018). “How can JK Rowling be ‘genuinely happy’ casting Johnny Depp in the new Fantastic Beasts film after assault claim?”. Diakses pada November 2, 2020, dari https://www.thesun.co.uk/tvandshowbiz/6159182/jk-rowling-genuinely-happy-johnny-depp-fantastic-beasts/.

Recommend0 recommendationsPublished in Misc, News, Reviews

Related Articles

Pencemaran Nama Baik bagi Terduga Pidana

Beberapa hari ini masyarakat Indonesia telah geram tentang beredarnya video dengan konten bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (sembako) yang ternyata berisi sampah. Banyak orang yang mencaci maki pelaku karena tindakan tersebut dinilai tidak bermoral terutama dilakukan pada masa sulit ditengah – tengah pandemi ini. Menurut metro tempo Pelaku Pun saat ini dalam proses pemeriksaan karena diduga melanggar Pasal 36 jo 51 ayat 2 Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. Dengan beredarnya video tersebut banyak masyarakat Indonesia yang mencaci maki pelaku baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun perlu dicatat bahwa tindakan pelaku belum melewati proses pengadilan.

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kami ingin memberikan pemberitahuan untuk Kelas dan Info-info terbaru di legalroom.
Dismiss
Allow Notifications